Prabowo: Kalau Lihat di Medsos Kok Saling Ejek, Saling Hujat

ADVERTISEMENT

Prabowo: Kalau Lihat di Medsos Kok Saling Ejek, Saling Hujat

Gibran Maulana - detikNews
Senin, 28 Nov 2022 11:59 WIB
Prabowo Subianto (dok. Tim Media Prabowo).
Prabowo Subianto (Dok. Tim Media Prabowo)
Jakarta -

Menteri Pertahanan RI sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menyerukan kompetisi rukun. Prabowo mengajak rakyat bersatu sembari mengingatkan jangan saling hujat di media sosial.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri musyawarah kerja nasional dan rapat kerja nasional Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) di Palembang, Minggu (27/11/2022), seperti dalam keterangan tertulis Tim Media Prabowo Subianto yang diterima Senin (28/11). Prabowo menyampaikan optimisme akan masa depan Indonesia. Prabowo mengungkit masuknya Indonesia di posisi ke-16 dari 20 negara dengan produk domestik bruto (PDB) terbesar di dunia atau G20 dan diperkirakan bisa terus naik.

"Kita sebetulnya harus bersyukur kita memiliki masa depan yang baik. Asal, ada asalnya apakah kita bisa rukun bersatu atau kita ribut terus?" Kata Prabowo.

Prabowo mengatakan persaingan merupakan hal biasa namun yang terpenting ialah kerukunan. Prabowo mengajak masyarakat untuk mengerem sifat suka menjatuhkan kawan sendiri dan saling hujat satu sama lain.

"Persaingan itu biasa. Monggo ya kan? Nanti ada pemilihan bupati, pemilihan ini itu, pilpres. Yang terpenting yang terpilih benar-benar bekerja untuk rakyat," ujarnya.

"Kadang-kadang kalau lihat di socmed kok saling ejek, saling hujat, kok saling ini, saling itu. Koreksi dengan sopan dan baik dan bertanggung jawab," kata Prabowo.

Prabowo mengingatkan sistem pertahanan Indonesia adalah sistem pertahanan rakyat semesta. Hal ini, menurut dia, membutuhkan kekompakan dan persatuan semua elemen untuk mempertahankan negara.

"Pertahanan kita rakyat semesta. Selama rakyat bersatu, tidak ada negara lain berani ganggu Indonesia."

Cerita soal Bintang Empat

Prabowo Subianto juga mengaku pernah bercita-cita menjadi Panglima TNI saat masih aktif di militer. Meski demikian, dia tetap mensyukuri pangkat terakhirnya.

"Saya itu cita-citanya pengin jadi Panglima TNI, enggak kesampean. Idaman Aku bintang empat, tapi cuma bintang tiga," kata Prabowo.

Prabowo menyebutkan bintang 3 TNI juga sebuah kehormatan baginya. Prabowo menilai pangkat merupakan kehormatan yang tidak abadi karena bisa dipasang dan dilepas.

"Kehormatan dipasang, bisa dilepas. Bondo itu pinjeman, sekali-kali suatu saat akan diminta kembali. Nyowo itu titipan. Kita dipanggil, belum tentu dipanggil duluan. Yang muda-muda jangan ketawa-ketawa," kata Prabowo berseloroh.

Prabowo mengaku selalu bersyukur atas segala nikmat yang diberikan Tuhan kepadanya. Salah satu bentuknya dengan memberikan apa yang dimilikinya kepada sesama.

"Apa yang diberi, kita bersyukur. Kita mengabdi kalau kita mampu mengabdi. Saya selalu ajarkan kalau kau bisa bantu banyak orang, bantu. Kalau tidak bisa bantu beberapa orang, bantu satu orang. Kalau enggak bisa, jangan menyusahkan orang lain," tuturnya.

(gbr/imk)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT