Komisi I DPR Rapat Bareng Prabowo hingga Kemenkumham, Ini yang Dibahas

ADVERTISEMENT

Komisi I DPR Rapat Bareng Prabowo hingga Kemenkumham, Ini yang Dibahas

Firda Cynthia Anggrainy - detikNews
Senin, 28 Nov 2022 11:38 WIB
Rapat Komisi I DPR dengan Menhan Prabowo hingga Kemenkumham, Senin (28/11/2022). (Firda Cynthia Anggrainy/detikcom).
Rapat Komisi I DPR dengan Menhan Prabowo hingga Kemenkumham, Senin (28/11/2022). (Firda Cynthia Anggrainy/detikcom)
Jakarta -

Komisi I DPR menggelar rapat bersama pemerintah membahas RUU Pengesahan Persetujuan Indonesia-Fiji di Bidang Pertahanan. Agenda itu bakal mengambil keputusan tingkat I atau kesepakatan terhadap RUU ratifikasi tersebut.

Pantauan detikcom di ruang Komisi I DPR Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (28/11/2022), rapat dibuka pukul 10.00 WIB. Terlihat Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto serta Wakil Menteri Hukum dan HAM (Wamenkumham) Eddy Hiariej hadir mewakili pemerintah.

Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid selaku pemimpin rapat menanyakan kepada pihak mitra atau pemerintah mengenai format rapat yang digelar secara terbuka atau tertutup. Prabowo mengusulkan agar rapat digelar secara tertutup.

"Rapat akan kita lakukan terbuka atau tertutup, mungkin dari mitra kami, karena ini masalah pertahanan dan menyangkut masalah geopolitik," kata Meutya.

"Kami mohon dengan hormat agar tertutup," kata Prabowo.

Dalam agenda kesetjenan DPR, rapat itu dibagi pada dua sesi, yaitu sesi pembahasan dan sesi pengambilan keputusan. Rapat akan diakhiri dengan pengambilan keputusan terhadap RUU dan penjelasan, lalu penandatanganan naskah RUU dan penjelasan.

Dilansir dari laman dpr.go.id, sejak September 2017, Pemerintah Republik Indonesia dan Republik Fiji telah menyepakati perjanjian kerja sama di bidang pertahanan yang dituangkan dalam 'Agreement Between the Republic of Indonesia and the Republic of Fiji on Cooperation in the Field of Defence'.

Perjanjian kerja sama tersebut ditandatangani oleh Menteri Pertahanan Republik Indonesia saat itu, yaitu Ryamizard Ryacudu bersama Menteri Pertahanan dan Keamanan Nasional Republik Fiji Hon Ratu Inoke Kubuabola, di Jakarta.

(fca/gbr)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT