Legislator: Banyak Warga 'Wisata' Bikin Distribusi Bantuan Cianjur Terganggu

ADVERTISEMENT

Legislator: Banyak Warga 'Wisata' Bikin Distribusi Bantuan Cianjur Terganggu

Arief Ikhsanudin - detikNews
Senin, 28 Nov 2022 08:31 WIB
Kendaraan terjebak kemacetan menuju lokasi bencana di Jalan Raya Cianjur-Puncak, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Sabtu (26/11/2022). Dinas Perhubungan mengatakan kemacetan tersebut diakibatkan penumpukan kendaraan pengangkut bantuan yang menuju lokasi bencana. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/hp.
Foto: I Kendaraan terjebak kemacetan menuju lokasi bencana di Jalan Raya Cianjur-Puncak, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Sabtu (26/11/2022) (ANTARA FOTO/RAISAN AL FARIS)
Jakarta -

Anggota DPR Komisi VIII Diah Pitaloka menyebut selain soal jalan rusak, terdapat gangguan lain di proses distribusi bantuan untuk korban gempa Cianjur, Jawa Barat. Salah satunya banyak warga yang datang menonton dan bikin macet jalan.

"Saya perhatikan, dua tiga hari ini macet sampai ke kampung-kampung. Agak kesulitan distribusi bantuan karena macet," kata Diah Pitaloka, Minggu (27/11/2022).

"Banyak orang wisata ngelihat, relawan kan juga dateng. Macet, banyak yang berkunjung," kata Diah.

Diah menerima laporan jalanan macet sehingga jarak yang biasanya ditempuh 15 menit, kini lebih dari dua jam.

"Penuh sekali mobil, tadi ada teman Polres Cianjur ke arah Kampung Nagrak, dua jam belum sampai. Biasanya 15 menit," katanya.

Karena itu, Pemerintah perlu mengatur soal keberadaan massa di wialayah bencana. Atau, mengatur jam distribusi sehingga lebih lancar.

"Harus ada kebijakan dari koordinator. Saya bukan apa-apa, tapi atur jangan sampai halangi delivery logistik. Mungkin juga diatur jam distribusi logistik, misal di atas jam 9 malam," katanya.

BNPB Data Pengungsi Belum Dapat Bantuan

Kepala BNPB Suharyanto mengatakan tempat yang belum terjangkau bantuan secara lambat laun dengan mekanisme pendistribusian logistik secara berjenjang dari mulai kepala desa sampai dengan kabupaten diharapkan akan terjamah mendapat bantuan. Kini tempat logistik juga ada di kecamatan, tidak hanya di kantor kabupaten, maupun di gedung BPBD.

"Kami juga tidak tinggal diam, mengirimkan tim-tim pemantauan, tim-tim yang mencari apa benar kalau masih ada kelompok masyarakat yang masih belum mendapat bantuan. Sejauh ini tentu saja ada kekurangan dan kelemahan, tetapi kami rasa sudah semakin baik dibanding hari-hari sebelumnya," tuturnya.

Sementara itu BNPB juga mencatat ada rumah dan infrastruktur yang rusak ringan, sedang dan berat. Jumlah infrastruktur yang rusak itu masih terus didata.

"Untuk sementara kita bisa sampaikan kepada rekan-rekan media untuk yang rusak berat ini ada 27.434 rumah, yang rusak sedang ada 13.070 rumah, rusak ringan ada 22.124 rumah sehingga totalnya 62.628 rumah," ujarnya.

Simak video 'Korban Gempa Cianjur Dapat Urus Sertifikat Tanah yang Hilang atau Rusak Gratis':

[Gambas:Video 20detik]



(aik/isa)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT