TNI AU Kirim Bantuan Korban Gempa Cianjur di Daerah Terisolir Pakai Heli

ADVERTISEMENT

TNI AU Kirim Bantuan Korban Gempa Cianjur di Daerah Terisolir Pakai Heli

Muchamad Sholihin - detikNews
Minggu, 27 Nov 2022 21:22 WIB
Dok istimewa
Bantuan gempa Cianjur diantar pakai helikopter (Foto: Dok istimewa)
Cianjur -

Distribusi bantuan untuk korban gempa Cianjur, Jawa Barat masih terus dilakukan. Untuk wilayah terisolir dan sulit terjangkau melalui darat, bantuan dikirim menggunakan pesawat oleh TNI angkatan Udara di Lapangan Udara (Lanud) Atang Sandjaja Bogor.

"TNI Angkatan Udara terus mendistribusikan logistik bantuan melalui udara ke desa-desa yang masih minim tersentuh dukungan logistik, karena terkendala dengan akses jalan darat. Untuk hari ini bantuan dikirim ke Desa Ciputri Kecamatan Pacet dan Desa Pakuwon Kecamatan Sukaresmi," kata Danlanud Atang Sanjaya Marsekal Pertama (Marsma) Suliono, Minggu (27/11/2022).

Suliono mengatakan, pengiriman bantuan menggunakan pesawat NAS-332 Super Puma dan H-3213 Super Puma dari Skadron Udara 6 Lanud Atang Sandjaja.

"Teknisnya adalah kami angkut dengan helikopter, kemudian kami distribusikan ke area-area yang terisolir, kalau yang tidak bisa kita landing di titik tujuan, kami menggunakan sistem helibox, jadi kita lempar dari pesawat, tetapi barang tersebut tetap aman," kata Suliono.

Pengiriman bantuan menggunakan helibox yang dilempar dari pesawat, kata Suliono, dipastikan aman saat bantuan tersebut mendarat. Helibox sudah didesain khusus sehingga bantingan saat mendarat bisa diminimalisir. Namun, bantuan yang dikirim bukan barang yang berat dan mudah pecah.

"Kalau helibox memang kami belum bisa kirim bantuan berupa barang berat dan mudah pecah, seperti air atau apa. Jadi heliboks itu sementara hanya barang-barang ringan, seperti pampers dan makanan ringan, pembalut dan kemudian makanan mie instan, tenda, kasur, sehingga aman ketika dilempar," kata Suliono.

"Namun harus diketahui, kami juga tidak sembarang melempar karena kami sudah berkoordinasi dengan tim yang di darat, nanti dikumpulkan dan didistribusikan dengan sebaik-baiknya dengan masyarakat," tambahnya.

Suliono menjelaskan, pengiriman bantuan menggunakan helibox dilakukan karena tidak ditemukan area terbuka yang aman untuk mendaratkan pesawat dan distribusi bantuan.

"Kalau kita berpikir simple pakai heli itu mudah-mudah saja, tapi ternyata dimana ada area terisolir kemudian kita cek disana ada area terbuka, tetapi disana sudah ada tenda-tenda (pengungsi), lalu kalau kami landing disitu pasti tenda-tenda itu terkena angin dan berterbangan," kata Suliono.

"Jadi kita tidak bisa landing dan kami turunkan bantuan menggunakan helibox dan kita lempar ke area terdekat," tambahnya.

321 Korban Tewas

Korban tewas tembus hingga 321 orang. Hal ini didapat dari laporan BNPB.

BNPB juga mencatat masih ada korban yang belum ketemu. Total ada 11 korban hilang.

(isa/isa)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT