BNPB Datangi Korban Gempa Cianjur yang Mengungsi di Kandang Kambing

ADVERTISEMENT

BNPB Datangi Korban Gempa Cianjur yang Mengungsi di Kandang Kambing

Muhammaf Hanafi Aryan - detikNews
Minggu, 27 Nov 2022 18:07 WIB
Warga Kampung Warungbatu, Desa Mekarsari, Cianjur terpaksa mengungsi di kandang kambing. Begini potretnya.
Warga kobran gempa di Cianjur mengungsi di kandang kambing (Foto: Ikbal Selamet).
Jakarta -

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto merespons soal adanya pengungsi korban gempa Cianjur yang berdiam di kandang kambing. Dia memastikan telah mendatangi lokasi tersebut.

"Kami pun merespons apaa yang menjadi pemberitaan dari media, sebagai contoh kemarin media memberitakan ada pengungsi yang mengungsi di kandang kambing, misalnya. Itu segera kami datang ke sana," kata Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dalam konferensi pers daring, Minggu (27/11/2022).

Setelah mendatangi tempat tersebut, dia menjelaskan bahwa sejatinya tempat pengungsian itu memang lebih jauh lebih nyaman dari pada rumahnya yang terdampak gempa. Oleh sebab itu, dia pun telah mendirikan tenda yang layak kepada korban tersebut.

"Ternyata memang tempatnya itu, dengan rumahnya memang lebih nyaman begitu. Tapi kan kita orang timur, masa mengungsi di tempat kambing. Akhirnya kita bangun tenda di situ, di sebelahnya yang lebih bagus, lebih representatif," jelas dia.

Awalnya, hal itu sempat ditentang oleh korban yang tak ingin pindah ke tenda pengungsian yang telah didirikan oleh tim evakuasi. Akan tetapi, dia menyebut ada win-win solution, dengan membiarkan korban itu tetap memasak di sekitar kandang kambing.

"Semula masyarakat nggak mau pindah ke tenda itu, tetapi setelah dibujuk, akhirnya mereka mau dengan catatan masak tetap di sekitaran kandang kambing itu. Itu adalah win win solusi begitu," terang Suharyanto.

Sebelumnya diberitakan, satu keluarga di Kampung Tangkil Kaler Desa Babakankaret Kabupaten Cianjur tinggal satu atap dengan kandang kambing. Bahkan rumah pun tidak punya akses jalan karena tertutup bangunan dan benteng tetangga.

Rumah panggung berukuran 3x4 meter itu tampak sudah reyot. Bilik bambu pun sudah berlubang, dan diperburuk dengan atap yang juga sudah bocor.

Kandang kambing berada di bagian utara rumah tersebut, tepat di depan jendela rumahnya. Sehingga jika jendela dibuka bau kotoran kambing begitu menusuk hidung.

Siti Sumianti (38) pemilik rumah, mengaku sudah 9 tahun tinggal di rumah tak layak huni tersebut dengan suami dan enam anaknya.

Bertahun-tahun tinggal satu atap dengan kambing membuatnya tak begitu mempedulikan bau dari kambing dan kotorannya. Meskipun tak jarang juga dia merasa tak nyaman dengan kondisi tersebut.

"Saya tinggal disini sudah 9 tahun bersama keluarga saya. Memang bau tapi mau gimana lagi," kata dia, Selasa (7/9/2021).

Menurut Siti, kandang kambing tersebut baru dibangun beberapa tahun terakhir, setelah seorang warga mempercayakan dia dan suaminya Ace Sidik (38) untuk mengurus kambing.

"Kambing itu milik tetangga. Jadi saya hanya merawat dan memberi makan. Kalau nanti kambing ini beranak, anaknya jadi milik kami," ucapnya.

(aik/aik)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT