Pelajar Tewas Dibacok di Hari Guru, Komisi X DPR Kritik Kerja Kemendikbud!

ADVERTISEMENT

Pelajar Tewas Dibacok di Hari Guru, Komisi X DPR Kritik Kerja Kemendikbud!

Farih Maulana Sidik - detikNews
Minggu, 27 Nov 2022 08:24 WIB
Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda.
Foto: Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda. (Azizah-detikcom)
Jakarta -

Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda menyoroti fenomena tawuran pelajar yang belakangan marak terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. Salah satunya tawuran yang menewaskan seorang pelajar di Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut) pada momen peringatan Hari Guru.

"Catatan saya ini fenomena yang trennya semakin naik dan levelnya sudah darurat kekerasan yang dilakukan oleh pelajar kita. Karena itu harus dimitigasi betul kenapa fenomena kekerasan ini makin naik trennya," kata Huda kepada wartawan, Sabtu (26/11/2022).

Menyikapi maraknya aksi tawuran pelajar di Tanah Air, Huda mengkritik kerja Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek). Menurutnya, instansi yang dipimpin Nadiem Makarim itu harus memperketat berbagai regulasi yang sifatnya pencegahan dan orang tua harus melakukan pengawasan super ketat terhadap perilaku anak yang menyimpang ke arah tindakan kekerasan.

Huda berharap dengan tambahan sanksi sosial, para pelaku yang terlibat tawuran bisa mengubah perilakunya. Menurutnya, pemerintah perlu memodifikasi metode agar para pelajar tak terjerumus pada aksi kekerasan.

"Saya setuju ditegakkan semaksimal betul punishment bagi pelajar yang terus melakukan tindak kekerasan ini. punishment ini saya mendorong 2 hal, pertama ditegakkan semaksimalnya hukum positif kita, kedua ditegakkan pula hukum sosial," ucap Huda.

Dorong Pelajar Dibatasi Pakai Gadget

Lebih lanjut, Huda mendorong agar pemerintah membuat kebijakan untuk membatasi para pelajar memakai gadget yang berlebihan. Menurutnya, tren kekerasan para pelajar yang terus meluas hingga ke pelosok negeri disebabkan karena dampak dari bebasnya anak-anak mengakses media sosial (medsos).

"Kita nggak bisa bayangkan di kampung-kampung juga banyak tindak kekerasan yang dilakukan oleh pelajar kita. Artinya kok saya merasa ada semacam efek dari media sosial kita, informasi teknologi kita yang begitu saja, begitu mudahnya pelajar kita bisa mengakses melihat dan akhirnya ditiru," ujarnya.

"Karena itu saya setuju pembatasan penggunaan gadget untuk pelajar, ini sudah perlu dilakukan. Pemerintah mengambil kebijakan pembatasan terkait dengan penggunaan handphone, internet bagi pelajar, terutama pada kontes pembatasan jam," tambahnya.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya:

Simak juga Video: Pelajar Tewas Dibacok Pelajar di Deli Serdang

[Gambas:Video 20detik]





ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT