TNI AU Bakal Buka-bukan Hasil Autopsi Prada Indra ke Keluarga Pekan Depan

ADVERTISEMENT

TNI AU Bakal Buka-bukan Hasil Autopsi Prada Indra ke Keluarga Pekan Depan

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Sabtu, 26 Nov 2022 06:20 WIB
Prada Indra Meninggal
Prada Muhammad Indra Wijaya (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Prajurit tamtama Komando Operasi Udara (Koopsud) III, Prada Muhammad Indra Wijaya, tewas setelah dianiaya oleh empat seniornya. TNI AU akan buka-bukaan soal hasil autopsi jenazah kepada keluarga Prada Indra.

"Tunggu hasil autopsi, nanti diinformasikan," kata Kadispenau Marsma TNI Indan Gilang Buldansyah menjawab soal luka dan lebam di tubuh korban, Jumat (25/11/2022).

Hasil autopsi jenazah Prada Indra akan diungkap pekan depan. Hasil autopsi lebih utama akan dijelaskan kepada keluarga Prada Indra.

"(Hasil autopsi) informasinya tanggal 28 November. (Hasil autopsi dijelaskan) yang utama ke keluarga," ujar Masrma Indan.

Sementara itu, empat senior tersangka penganiayaan Prada Indra ditahan di Biak. Keempatnya masih menjalani pemeriksaan oleh Polisi Militer.

"Ditahan di POM Koopsud III Biak, masih diperiksa," imbuhnya.

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa menegaskan TNI AU sudah memproses hukum keempat tersangka penganiaya Prada Indra. Bahkan proses hukum juga menjerat pihak-pihak yang membantu para tersangka.

"Proses hukum terhadap semua pelaku tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan Prada Indra tewas ini sudah dimulai sejak hari Senin kemarin," kata Jenderal Andika kepada detikcom, Jumat (25/11).

"Proses hukum dilakukan bukan hanya terhadap pelaku langsung penganiayaan, tapi juga terhadap semua yang membantu tindak pidana ini," imbuh Andika.

Jenderal Andika menegaskan perbuatan para tersangka adalah penganiayaan yang menyebabkan kematian Prada Indra. Jenderal Andika mengatakan penganiayaan bukanlah bentuk pembinaan.

"Ini adalah tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan Prada Indra tewas. Jadi bukan pembinaan," tegas Jenderal Andika.

Simak juga 'Surpres Usulan Nama Panglima TNI akan Diserahkan Istana ke DPR 28 November':

[Gambas:Video 20detik]



(rfs/idn)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT