Mitigasi Dampak Bencana, BPBD Kabupaten Bogor Bikin Peta Rawan Gempa

ADVERTISEMENT

Mitigasi Dampak Bencana, BPBD Kabupaten Bogor Bikin Peta Rawan Gempa

Rizky Adha Mahendra - detikNews
Jumat, 25 Nov 2022 14:45 WIB
Kepala BPBD Kabupaten Bogor Yani Hassan
Kepala BPBD Kabupaten Bogor Yani Hassan (Rizky/detikcom)
Bogor -

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menggelar diskusi bertajuk 'Kesiapsiagaan Menghadapi Potensi Bencana Gempa Bumi di Kabupaten Bogor.' Hasilnya, salah satu bentuk upaya mitigasi yang dilakukan adalah dengan membuat peta rawan terdampak gempa bumi di wilayah Kabupaten Bogor.

"Ada, kita udah dapat (petanya). Gempa itu bisa dilihat nanti dari gempa kejadian-kejadian yang pernah. Ada tadi peta yang mendata titik-titik di Kabupaten Bogor," kata Kepala BPBD Kabupaten Bogor Yani Hassan seusai diskusi tersebut, Jumat (25/11/2022).

Hal itu dilakukan setelah gempa M 5,6 melanda wilayah Kabupaten Cianjur pada Senin (21/11) kemarin. Wilayah itu sendiri secara langsung berbatasan dengan Kabupaten Bogor.

"Yang pasti kita untuk kesiapsiagaan, karena ini ada juga kita melihat kejadiannya kan secara letak itu dekat dengan Kabupaten Bogor," ujarnya.

Kabupaten Bogor, lanjut Yani, belum pernah menjadi pusat gempa bumi. Namun yang jaraknya cukup dekat dengan Kabupaten Bogor beberapa kali terjadi, sehingga penting untuk melakukan mitigasi.

"Kabupaten Bogor memang belum pernah menjadi pusat gempa. Tapi yang jaraknya dekat-dekat itu udah beberapa kali. Kita butuh kesiapsiagaan dari seluruh jajaran," ucapnya.

Nantinya, akan ada pelatihan-pelatihan kepada masyarakat terkait apa yang perlu dilakukan saat gempa bumi terjadi. Salah satunya ke mana harus pergi saat gempa terjadi.

"Kita bikin semacam komunikasi, pelatihan, kepada masyarakat untuk evakuasi. Untuk kita cari-cari tempat untuk saat kejadian itu di mana mereka bisa lari ke tempat yang kita tuju," ujarnya.

Selain itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Burhanuddin mengatakan akan meninjau ulang aturan perizinan mendirikan bangunan. Menurutnya, lokasi rawan bencana tidak seharusnya didirikan bangunan secara berlebihan.

"Jangan sampai daerah bencana dibangun kebablasan. Saya akan minta badan geologi untuk kajian," kata Burhanuddin.

Dia juga turut menyinggung revisi aturan tata ruang. Perlu dipertimbangkan perizinan pendirian bangunan di lokasi rawan bencana.

"Harus jadi acuan untuk revisi tata ruang. Dengan Kadis perizinan jangan keluarkan izin di lokasi rawan bencana," pungkasnya.

Simak Video 'Gempa Guncang Indonesia, Korban Jiwa Selalu Tinggi':

[Gambas:Video 20detik]



(knv/knv)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT