ADVERTISEMENT

Berkas Lengkap, Eks Walkot Cimahi Ajay Segera Diadili di PN Bandung

M Hanafi Aryan - detikNews
Jumat, 25 Nov 2022 11:25 WIB
Wali kota nonaktif Cimahi Ajay Muhammad Priatna usai menjalani pemeriksaan oleh penyidik KPK. Ajay tampak diborgol dan memakai masker.
Ajay Priatna (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

KPK merampungkan berkas perkara eks Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna. Dia segera disidangkan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (PN Tipikor) pada Pengadilan Negeri Bandung dalam kasus dugaan suap yang menjerat penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju.

"Jaksa KPK Asril (Kamis, 24/11) telah selesai melimpahkan berkas perkara dan surat dakwaan dengan terdakwa Ajay Muhammad Priatna ke Pengadilan Tipikor pada PN Bandung," kata Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri kepada wartawan, Jumat (25/11/2022).

Ali menjelaskan status penahanan Ajay saat ini menjadi wewenang dari pihak PN Tipikor. Namun, untuk sementara waktu, Ajay masih bakal mendekam di Rutan C1 KPK.

"Status penahanan Terdakwa saat ini telah beralih menjadi wewenang Pengadilan Tipikor dan untuk sementara tempat penahanan masih tetap berada di Rutan KPK pada Kaveling C1 gedung ACLC," tambahnya.

Ali menyebut Ajay selanjutnya bakal menghadapi sidang dengan agenda pembacaan dakwaan setelah adanya penetapan hari sidang.

"Persidangan awal dengan agenda pembacaan surat dakwaan masih menunggu terbitnya penetapan hari sidang sekaligus penetapan penunjukan majelis hakim dari Panmud Tipikor," tutup Ali.

Dalam perkara ini, KPK menduga eks Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna (AMP) menerima gratifikasi berupa uang dari aparatur sipil negara (ASN) Pemkot Cimahi. Ajay kemudian menggunakan uang itu untuk menyuap eks penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju dan pengacara Maskur Husein.

"Untuk uang yang diberikan AMP tersebut diduga berasal dari penerimaan gratifikasi yang diberikan oleh beberapa ASN di Pemkot Cimahi," kata Deputi Bidang Penindakan dan Eksekusi KPK Karyoto dalam konferensi pers di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Kamis (18/8).

Dalam perkara ini, Ajay diduga berinisiatif mengamankan dirinya setelah mendapat informasi bahwa KPK sedang mengusut dugaan korupsi terkait penyaluran dana bantuan sosial (bansos) di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Ajay pun kini ditahan KPK.

"AMP diduga berinisiatif untuk mengkondisikan agar jangan sampai KPK juga melakukan pengumpulan bahan keterangan dan informasi di Kota Cimahi," kata Karyoto.

Ajay berkenalan dengan warga binaan Lapas Sukamiskin, Bandung, yakni Radian Ashar dan Saiful Bahri. Dari pertemuan itu, keduanya merekomendasikan Stepanus Robin Pattuju, yang saat itu merupakan penyidik KPK.

Singkat cerita, Ajay melakukan pertemuan dengan Robin di sebuah hotel di Bandung. Dalam pertemuan itu, Robin menawarkan bantuan dengan syarat diberikan sejumlah uang.

"Stepanus Robin Pattuju diduga menawarkan bantuan pada AMP berupa iming-iming agar pengumpulan bahan keterangan dan informasi di Kota Cimahi oleh tim KPK tidak berlanjut dan AMP nantinya juga tidak menjadi target operasi KPK dengan syarat adanya kesepakatan pemberian sejumlah uang," ucap Karyoto.

Karyoto menyebut Robin diduga meminta uang senilai Rp 1,5 miliar guna mengkondisikan permasalahan Ajay. Namun Ajay hanya menyanggupi Rp 500 juta.

"Stepanus Robin Pattuju diduga sempat meminta uang Rp1,5 miliar, namun AMP menyanggupi akan memberikan uang hanya Rp 500 juta," ucapnya.

Akibat perbuatannya, Ajay disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

(knv/knv)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT