Hakim Sentil AKBP Ridwan soal Anak Buah Sambo Nobar CCTV Yosua di Teras Rumah

ADVERTISEMENT

Hakim Sentil AKBP Ridwan soal Anak Buah Sambo Nobar CCTV Yosua di Teras Rumah

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Kamis, 24 Nov 2022 22:20 WIB
Sidang perusakan CCTV terkait pembunuhan Yosua di PN Jaksel (Zunita-detikcom)
Sidang perusakan CCTV terkait pembunuhan Yosua di PN Jaksel. (Zunita/detikcom)
Jakarta -

Hakim ketua Afrizal Hadi menyentil AKBP Ridwan Soplanit yang tidak melihat rekaman video CCTV Brigadir Yosua Hutabarat yang ditonton anak buah Ferdy Sambo di teras rumahnya. Hakim tak habis pikir Ridwan yang saat itu menjabat Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, tak melihat video rekaman yang menjadi barang bukti dalam kasus pembunuhan Yosua.

Hal itu terjadi saat sidang perintangan penyidikan kasus pembunuhan Brigadir Yosua dengan terdakwa Kompol Chuck Putranto dan Kompol Baiquni Wibowo di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Kamis (24/11/2022).

Mulanya, Ridwan menceritakan tiga anak buah Sambo, yakni AKBP Arif Rahman, Kompol Chuck Putranto, dan Kompol Baiquni Wibowo, menonton video CCTV di teras rumahnya. Untuk diketahui, rumah Ridwan Soplanit ini bersebelahan dengan TKP pembunuhan Yosua. Ridwan tinggal di Kompleks Polri Duren Tiga Nomor 45.

Hakim lalu mencecar apakah Ridwan sempat melihat isi rekaman video CCTV itu. Ridwan menyebutkan dia tidak melihat isi rekaman video CCTV yang ditonton anak buah Sambo di teras rumahnya itu.

Di sinilah hakim menegur Ridwan Soplanit. Hakim heran kenapa Ridwan, yang saat itu menjabat Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan, tidak penasaran untuk melihat isi rekaman video CCTV tersebut.

"Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan masak tidak lihat?" cecar hakim.

"Tidak lihat," jawab Ridwan.

"Tidak lihat Saudara?" tanya hakim.

"Jadi saat itu saya diceritakan bahwa saat itu saya datang dan masuk sama-sama di teras," jawab Ridwan.

Hakim terus mencecar apakah ada larangan dari anak buah Sambo agar Ridwan tidak melihat isi rekaman video CCTV tersebut. Ridwan mengatakan tidak ada larangan.

"Apa tidak boleh dilihat?" tanya hakim.

"Tidak ada larangan, saat itu saya langsung diajak bicara," jawab Ridwan.

Hakim dibuat heran lagi dan bertanya-tanya mengapa Ridwan tak mau melihat isi rekaman CCTV yang ditonton anak buah Sambo tersebut. Ridwan menjawab saat itu tidak ada alasan dia untuk melihat CCTV tersebut.

"Kenapa saudara tidak mau melihat apa alasan saudara tidak melihat?" tanya hakim.

"Saat itu saya tidak melihat," jawab Ridwan.

"Kenapa Saudara tidak melihat? jelaskan," cecar hakim.

"Dapat saya jelaskan, pada saat itu memang mengalir begitu saja tidak ada alasan untuk saya tidak melihat," jawab Ridwan.

"Kenapa saudara tidak melihat?" cecar hakim lagi.

"Mereka meminta izin untuk pinjam teras sebentar," jawab Ridwan.

Hakim lagi-lagi mencecar mengapa anak buah Sambo itu memilih menonton video CCTV di teras rumah Ridwan. Kemudian, Ridwan pun menjawab bahwa teras rumahnya memang sudah biasa dipakai untuk posko para perwira atau pimpinan Polri.

"Kenapa kok di teras Saudara kan?" tanya hakim.

"Mohon izin Yang Mulia, di rumah saya itu sudah terbiasa dipake untuk posko Yang Mulia, jadi setiap para pimpinan maupun perwira memang standby-nya di situ," jawab Ridwan.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT