Andre Rosiade Usul Rapat Gabungan Bahas 3,2 Juta Dosis Vaksin Gotong Royong

ADVERTISEMENT

Andre Rosiade Usul Rapat Gabungan Bahas 3,2 Juta Dosis Vaksin Gotong Royong

Mega Putra Ratya - detikNews
Kamis, 24 Nov 2022 17:13 WIB
Andre Rosiade
Foto: dok. Gerindra
Jakarta -

Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra Andre Rosiade kembali menyinggung nasib 3,2 juta dosis vaksin gotong royong bernilai kurang lebih Rp 400 miliar yang dikelola PT Bio Farma (Persero).

Sementara di waktu bersamaan, Bio Farma resmi mempunyai vaksin produksi sendiri bernama IndoVac. Sampai 2023, vaksin buatan dalam negeri tersebut direncanakan diproduksi 20 juta dosis.

"Sejak awal tahun lalu saya mengingatkan soal stok vaksin Gotong Royong sebanyak 3,2 juta dosis yang sampai hari ini baru terpakai 300 ribu, jadi masih ada stok 3,2 juta yang tadi saya tanya nilainya sekitar Rp 400 miliar," kata Andre dikutip, Kamis (24/11/2022).

Andre mengatakan itu dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi VI dengan jajaran direksi PT Bio Farma di Gedung DPR, Jakarta, hari ini.

Andre mengingatkan bahwa 3,2 juta dosis vaksin gotong royong dan target produksi 20 juta dosis vaksin IndoVac ini akan mubazir seiring melandainya kasus COVID-19 serta langkah pemerintah yang telah mengeluarkan kebijakan pandemi menuju endemi.

Ketua DPD Partai Gerindra Sumatera Barat ini mengingatkan stok vaksin gotong royong yang banyak dan berujung kedaluwarsa bisa menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) karena merugikan keuangan negara.

"Ini pasti tahun 2023 barang ini jadi expired,tidak terpakai. Pasti jadi temuan BPK dan akan jadi kerugian negara," kata Andre.

Untuk itu, Andre mengusulkan untuk menggelar rapat gabungan antara Komisi VI, Komisi IX, dan Komisi III DPR RI untuk mencari solusi bersama terkait nasib vaksin gotong royong. Rapat gabungan antar komisi di DPR itu nantinya juga melibatkan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri BUMN Erick Thohir, serta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Saya menawarkan solusi dengan menggelar rapat gabungan antara Komisi VI, Komisi IX, Komisi III dan melibatkan Kementerian Kesehatan, Kementerian BUMN dan KPK. Kita cari solusi untuk 3,2 juta dosis vaksin gotong royong ini. Kalau nggak, (vaksin gotong royong) expiredtahun depan, mereka akan jadi temuan BPK dan bisa masuk penjara," tegasnya.

Simak juga Video: Menkes Sebut Banyak Pasien Covid-19 Belum Booster

[Gambas:Video 20detik]



(mpr/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT