RI & Singapura Tingkatkan Kerja Sama soal Imigrasi-Kekayaan Intelektual

ADVERTISEMENT

RI & Singapura Tingkatkan Kerja Sama soal Imigrasi-Kekayaan Intelektual

Sukma Nur Fitriana - detikNews
Kamis, 24 Nov 2022 14:28 WIB
Kemenkumham.
Foto: dok. Kemenkumham
Jakarta -

Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly menerima kunjungan Duta Besar Singapura Kwok Fook Seng. Kunjungan yang dilakukan di Kemenkumham pada Rabu (23/11) tersebut membahas peningkatan kerja sama bilateral setelah perjanjian ekstradisi.

"Kami telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) on Indonesia-Singapore Extradition Agreement pada 25 Januari 2022 sebagai komitmen kedua negara untuk membatasi ruang gerak dan aktivitas para pelaku kejahatan," papar Yasonna dalam keterangan tertulis, Kamis (24/11/2022).

Diketahui sebelumnya, Indonesia dan Singapura telah menandatangani perjanjian atau MoU ekstradisi kedua negara. Menindaklanjuti penandatanganan MoU tersebut, saat ini pemerintah dan DPR tengah melakukan pembahasan untuk ratifikasi.

"Mudah-mudahan MoU tersebut selesai sebelum akhir tahun ini sehingga perjanjian dapat berlaku untuk mendukung upaya kita bersama dalam memerangi kejahatan transnasional," jelas Yasonna.

Yasonna menjelaskan kini kedua pemerintah bermaksud meningkatkan kerja sama bilateral pada tahap yang lebih serius, yaitu manajemen keimigrasian, hukum dan kekayaan intelektual. Di bidang imigrasi, Indonesia dan Singapura menjalin kerja sama yang meliputi manajemen perbatasan dan izin imigrasi.

"Singapura sekarang menjadi subjek Visa on Arrival setelah meredanya pandemi, dan kami berharap dapat melanjutkan kerja sama kita terutama dalam program peningkatan kapasitas keimigrasian," tambahnya.

Selain kerja sama di bidang keimigrasian, Indonesia dan Singapura sepakat untuk meningkatkan kerja sama bidang-bidang lain yang menjadi ranah tugas Kemenkumham, seperti kekayaan intelektual, masalah hukum perdata, serta dalam forum Menteri Hukum ASEAN.

"Dukungan Singapura untuk Indonesia yang akan menjadi Ketua ASEAN tahun 2024 menjadi salah satu bentuk kolaborasi erat," terang Yasonna.

Sementara itu, Kwok menjelaskan saat ini Singapura tengah aktif membahas persoalan kekayaan intelektual dan bagaimana hal tersebut bisa memberikan keuntungan bagi negara.

"Pemerintah Singapura saat ini sedang aktif membahas persoalan kekayaan intelektual. Sektor ini berpotensi memberikan keuntungan ekonomi bagi negara. Kerjasama di bidang hal tersebut dengan pemerintah Indonesia diharapkan akan memberikan keuntungan yang semakin besar pada kedua negara," papar Kwok.

Keduanya berharap hubungan bilateral Indonesia dan Singapura yang terjalin terus berkembang secara positif di segala bidang, khususnya kerja sama yang erat dengan Kemenkumham.

(prf/ega)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT