Polisi-Pemprov DKI Gelar FGD Bareng Promotor Bahas Aturan Konser

ADVERTISEMENT

Polisi-Pemprov DKI Gelar FGD Bareng Promotor Bahas Aturan Konser

Yogi Ernes - detikNews
Selasa, 22 Nov 2022 16:51 WIB
Konferensi pers  di Polda Metro Jaya (Yogi-detikcom)
Konferensi pers di Polda Metro Jaya (Yogi/detikcom)
Jakarta -

Polda Metro Jaya dan Pemprov DKI Jakarta menggelar focus group discussion (FGD) dengan perwakilan industri musik. Pertemuan ini membahas aturan terkini perihal konser musik.

"Ini untuk membangun sebuah kesepahaman tentang bagaimana penyelenggaraan event industri kreatif yang tidak hanya menghasilkan potensi ekonomi, tapi juga memperhatikan aspek keselamatan, kenyamanan," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (22/11/2022).

Fadil mengatakan pertemuan ini dihadiri perwakilan dari Kementerian Parekraf, Satgas COVID-19, hingga perwakilan asosiasi pemilik mal. Dia mengatakan semua pihak sepakat agar event yang digelar berdampak positif bagi ekonomi dan budaya.

"Poinnya adalah bersama-sama, berkolaborasi, menciptakan ekosistem event yang memiliki dampak yang positif dari segi ekonomi, lingkungan, sosial budaya, dan tentunya untuk mendukung pertumbuhan industri kreatif yang merupakan salah satu sumber devisa yang luar biasa," kata Fadil.

Asisten Pemerintahan DKI Jakarta Sigit Wijatmoko mengatakan pihaknya sepakat membentuk kelompok kerja (pokja). Pokja ini akan membahas aturan penyelenggaraan acara industri kreatif di Jakarta.

"Tadi dirumuskan bahwa yang dituntut adalah suatu rujukan yang pasti berupa SOP sampai dengan sertifikasi. Karena ini seizin Bapak Kapolda, kami Pemprov DKI, izinkan melanjutkan FGD hari ini dengan membentuk pokja khusus sehingga diskusi intens bisa terkawal dan secepat mungkin bisa merumuskan SOP bersama," ujar Sigit.

"Sekaligus nanti ke depannya mengembangkan sertifikasi-sertifikasi bagaimana berkegiatan di DKI yang tertib sehingga memastikan Jakarta sebagai kota global tetap bisa tampil eksis, tidak hanya level nasional tetapi juga level internasional," tambah Sigit.

Ketua Umum Asosiasi Promotor Musik Indonesia Dino Hamid mengatakan pihaknya mengapresiasi FGD yang diprakarsai oleh Polda Metro Jaya tersebut. Dia menyebut kericuhan di festival musik Berdendang Bergoyang di Istora Senayan bulan lalu menjadi pelajaran bagi promotor dalam konser musik.

"Jadi tadi kita punya kesepakatan bahwa akan dibuat sistem yang lebih profesional, lebih sempurna agar event ke depan tidak terjadi hal-hal seperti kemarin ada hal-hal yang tidak diinginkan dan menjadikan Indonesia kalau kata kami, promotor itu ingin menjadikan Indonesia karya raya, bukan sekadar kaya raya, tapi karya raya," ucap Dino.

(ygs/haf)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT