Peran 2 Tersangka Baru 'Berdendang Bergoyang': Penanggung Jawab Izin-Promosi

ADVERTISEMENT

Peran 2 Tersangka Baru 'Berdendang Bergoyang': Penanggung Jawab Izin-Promosi

Yogi Ernes - detikNews
Selasa, 22 Nov 2022 14:28 WIB
Festival Berdendang Bergoyang di Istora Senayan, Jakpus, Sabtu (29/10/2022).
Festival Berdendang Bergoyang di Istora Senayan, Jakpus. (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Polisi menetapkan dua orang sebagai tersangka baru di kasus kericuhan festival musik Berdendang Bergoyang di Istora Senayan, Jakarta Pusat. Dua tersangka baru berperan sebagai pihak yang bertanggung jawab di kegiatan perizinan dan promosi acara.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Komarudin mengatakan satu tersangka berinisial AL. Dia berperan sebagai penanggung jawab perizinan.

"Dia yang mengurus perizinan. Kenapa dia ikut terseret? Kita kenakan Pasal 55 ayat 1, turut serta. Karena dia mengetahui jumlah tiket yang terjual namun dia mengajukan izin dengan angka yang jauh dengan tiket terjual," kata Komarudin di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (22/11/2022).

Satu tersangka baru lainnya berinisial MA. Dia bertanggung jawab dalam proses produksi dan promosi festival musik Berdendang Bergoyang.

"MA ini penanggung jawab produksi termasuk promosi yang mengetahui pemasangan layout, panggung, termasuk yang mempromosikan event tersebut. Jadi per kemarin sore ada 4 tersangka," terang Komarudin.


Tak Ditahan

Kedua tersangka dijerat dengan Pasal 55 KUHP atau turut serta membantu terjadinya pelanggaran pidana. Polisi tidak melakukan penahanan kepada kedua tersangka.

"Pasal 55, turut serta. Ancamannya bulanan. Tidak dilakukan penahanan," katanya.


Dua Tersangka Awal Kasus Berdendang Bergoyang

Sebelumnya, kasus kericuhan hingga menyebabkan sejumlah orang pingsan di festival musik Berdendang Bergoyang di Istora Senayan, Jakarta Pusat, memasuki babak baru. Polisi menetapkan dua tersangka yang merupakan penanggung jawab dan direktur.

"Jadi sekarang ada dua orang sudah ditetapkan tersangka," kata Komarudin, saat dihubungi, Sabtu (5/11).

Baca halaman selanjutnya.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT