Laporan Belum Diterima Bareskrim, Korban Kanjuruhan Akan Konsul Pekan Depan

ADVERTISEMENT

Laporan Belum Diterima Bareskrim, Korban Kanjuruhan Akan Konsul Pekan Depan

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Senin, 21 Nov 2022 19:33 WIB
Kuasa hukum korban Tragedi Kanjuruhan, Anjar Nawan Yusky. (Azhar/detikcom)
Kuasa hukum korban Tragedi Kanjuruhan, Anjar Nawan Yusky. (Azhar/detikcom)
Jakarta -

Para korban Tragedi Kanjuruhan merasa kecewa lantaran laporannya tak kunjung diterima Bareskrim Polri. Mereka menyebut laporan tak diterima karena dianggap sama dengan laporan sebelumnya.

"Bareskrim berkata belom bisa menerima laporan disampaikan ke teman-teman korban Kanjuruhan dengan alasan karena telah ada laporan-laporan sebelumnya," kata kuasa hukum korban, Anjar Nawan Yusky di gedung Bareskrim Polri, Senin (21/11/2022).

"Kami ingin tegaskan bahwa laporan yang kami sampaikan secara pasal dan unsur itu tidak sama dengan laporan yang sebelumnya," tambahnya.

Anjar mengatakan Bareskrim akan mengundang pihaknya untuk menjelaskan tentang laporan yang dilayangkannya tersebut. Nanti pihak Bareskrim dan para korban akan berkonsultasi dan akan ditentukan diterima atau tidaknya laporan itu.

"Tetapi tampaknya Bareskrim punya pertimbangan yang saya tidak paham dari sudut pandang mana korban belum bisa menerima laporan ini. Nah karena itu, minggu depan Mabes Polri akan menyelenggarakan rapat konsul terbuka bersama kami pendamping korban dan ahli untuk membahas tentang bagaimana proses penerimaan dari LP para korban Kanjuruhan dan apa saja dasar hukum dan konstruksi hukum yang bisa digunakan polisi untuk menerima laporan itu. Kurang lebih itu intinya," katanya.

"Hari ini ditunda minggu depan melalui rapat konsul itulah, dari hasil itu kemudian dipastikan diterima atau tidaknya laporan yang diajukan oleh teman-teman korban," sambungnya.

Korban Kanjuruhan Datangi Bareskrim

Sebelumnya, Korban Tragedi Kanjuruhan menyambangi Bareskrim Polri di Jakarta Selatan, pada Jumat (18/11). Mereka meminta agar Tragedi Kanjuruhan, yang tengah diusut Polda Jawa Timur, diambil alih sepenuhnya oleh Mabes Polri.

"Kami akan buat permohonan secara resmi bahwa kami ingin semua perkara berkaitan dengan Tragedi Kanjuruhan, baik yang ada di Polda Jawa Timur yang sudah bergulir saat ini ada enam tersangka maupun laporan dari masyarakat yang saat ini ditangani Mapolres Malang, agar diambil alih oleh Bareskrim Mabes Polri," kata kuasa hukum korban, Anjar Nawan Yusky, di Bareskrim, Jumat (18/11).

Anjar mengatakan hal tersebut dinilai perlu dilakukan agar nantinya perkara menjadi terang dan tidak ada konflik kepentingan di dalamnya. Dia lantas mencontohkan penanganan kasus pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J yang, menurutnya, berjalan semestinya, tidak seperti Tragedi Kanjuruhan.

"Ini untuk bisa membuat terang apa yang sebenarnya terjadi. Tidak ada lagi konflik kepentingan. Harapan kami, ketika di Bareskrim, penanganannya lebih maksimal," kata dia.

"Tadi kami beri masukan juga seharusnya perkara Tragedi Kanjuruhan ini bisa ditangani maksimal seperti penanganan perkara kasus Ferdy Sambo. Bagaimana kita lihat di perkara kasus FS hanya ada 1 korban jiwa, tapi penanganannya begitu maksimal," imbuhnya.

(dek/dek)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT