Ibu Sudah Jadi Mayat, Anak Keluarga Kalideres Masih Beri Susu-Sisir Rambut

ADVERTISEMENT

Ibu Sudah Jadi Mayat, Anak Keluarga Kalideres Masih Beri Susu-Sisir Rambut

M Hanafi Aryan - detikNews
Senin, 21 Nov 2022 18:55 WIB
Rumah sekeluarga tewas mengering di Kalideres, jakarta Barat, terkunci rapat.
Rumah sekeluarga tewas 'mengering' di Kalideres, jakarta Barat, terkunci rapat. (Rumondang Naibahp/detikcom)
Jakarta -

Polda Metro Jaya mengungkap fakta baru terkait penemuan sekeluarga tewas 'mengering' dalam rumah di Kalideres, Jakarta Barat (Jakbar). Polisi menyebut bau busuk mayat di rumah itu sudah tercium sejak 13 Mei 2022.

Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi mengatakan yang datang dan mencium bau busuk di rumah tersebut adalah pegawai koperasi simpan pinjam. Saat itu, rumah tersebut hendak digadaikan sertifikatnya oleh Budianto, salah satu yang tewas di rumah tersebut.

"Saat itu diterima oleh almarhum Budianto, begitu buka gerbang langsung teras bau busuk yang luar biasa pada 13 Mei, ditanyakan kepada pihak rumah kok bau seperti ini, dijawab adalah got yang lupa dibersihkan," kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi, dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (21/11/2022).

Pegawai koperasi itu lantas meminta bertemu dengan sang ibu sekaligus pemilik sertifikat rumah, yakni Renny Margaretha. Lalu, diantarkan pegawai itu ke kamar Renny oleh Dian Febbyana selaku anak.

"Kemudian masuk ke dalam rumah, kemudian diminta perlihatkan sertifikatnya ternyata sertifikat ini atas nama Nyonya Renny Margaretha ibu dari Dian. kemudian ditanyakan Ibu Renny ada di mana, sedang tidur di dalam kamar. Kemudian pegawai koperasi simpan pinjam ini mengajak diantarkan untuk masuk ke dalam kamar," ujar Hengki.

Saat pintu kamar dibuka, pegawai koperasi mencium bau busuk yang lebih menyengat. Hengki mengatakan pegawai itu diminta tidak menyalakan lampu kamar oleh Dian dengan alasan ibunya sensitif terhadap cahaya.

"Begitu pintu kamar dibuka, pegawai ini masuk, menyeruak bau yang lebih busuk lagi, dimana ibunya, ini lagi tidur tapi jangan hidupkan lampu, karena ibu saya sensitif terhadap cahaya, kata anak atas nama Dian yang turut meninggal di TKP," ucapnya.

Hengki mengatakan pegawai koperasi itu lantas curiga karena Renny tidak bangun saat dibangunkan. Tanpa sepengetahuan Dian, petugas koperasi itu menyalakan flash handphone-nya untuk melihat kondisi Renny. Ternyata Renny dilihat dalam kondisi sudah menjadi mayat, sontak petugas koperasi itu berteriak takbir.

"Pada saat dibangunkan untuk mengecek sertifikat rumah ini, dipegang-pegang ini agak curiga, tanpa sepengetahuan Dian, pegawai koperasi simpan pinjam ini menghidupkan flash HP-nya, begitu dilihat langsung yang bersangkutan (pegawai koperasi) teriak takbir, allahuakbar, ini sudah mayat di tanggal 13 Mei," kata Hengki.

Dian lalu menjawab bahwa ibunya masih hidup. Menurut Hengki, Dian menyatakan bahwa dirinya masih memberikan minum susu dan menyisir rambut ibunya.

"Pada saat di dalam kamar, pegawai koperasi simpan pinjam ini menyatakan bahwa ini sudah menjadi mayat, jawaban daripada Dian 'ibu saya ini masih hidup, tiap hari masih saya berikan minum susu kemudian sambil menyisir dan rambutnya rontok semuanya," ucapnya.

Petugas itu lalu langsung keluar dan mengajak rekanan lainnya. Dia membatalkan proses penggadaian.

"Kemudian langsung keluar yang bersangkutan tidak ingin lagi melanjutkan proses gadai pinjam uang ini, langsung mengajak dua saksi lain segera keluar," ujarnya.

Untuk diketahui, penemuan empat mayat satu keluarga di dalam rumah di Perum Citra Garden I Extension, Kalideres, Jakarta Barat, bikin heboh. Keempat mayat itu ialah Rudyanto Gunawan (71), Margaretha (68), Budianto Gunawan (68), dan Dian (42).

Simak video 'Tim Dokter Lakukan Autopsi Psikologis Pada Sekeluarga Tewas di Kalideres':

[Gambas:Video 20detik]



(fas/imk)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT