Harkannas Ke-9, KKP Dorong Masyarakat Tingkatkan Konsumsi Ikan

ADVERTISEMENT

Harkannas Ke-9, KKP Dorong Masyarakat Tingkatkan Konsumsi Ikan

Inkana Izatifiqa R Putri - detikNews
Senin, 21 Nov 2022 17:28 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono bersama Gubernur Sulawesi Tengah dan jajaran KKP dalam acara puncak Harkannas 2022 di Pantai Mosing, Kab. Parigi Moutong, Sulawesi Tengah (21/11/2022).
Menteri KP Sakti Wahyu Trenggono bersama Gubernur Sulteng dalam acara puncak Harkannas 2022 di Pantai Mosing, Suteng (21/11). Harkannas dijadikan momentum mendukung peningkatan nilai gizi makanan melalui konsumsi ikan (Foto: KKP)
Jakarta -

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendukung sektor perikanan untuk menjadi tulang punggung ketahanan pangan dan pemenuhan gizi nasional. Dalam mewujudkan hal ini dan di momen Hari Ikan Nasional (Harkannas), Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengingatkan masyarakat akan pentingnya mengonsumsi ikan.

Menurut Trenggono, ikan merupakan bahan pangan berprotein tinggi dan menyehatkan.

"Dengan peringatan Harkannas ke-9 Tahun 2022 ini, kita terus mendorong masyarakat untuk meningkatkan konsumsi ikan dan menjadikan ikan sebagai sumber protein utama, guna mencetak generasi unggul berkualitas sebagai calon penerus bangsa. Terlebih Indonesia sebagai negara maritim, sumberdaya ikan dapat dimanfaatkan sebagai sumber pangan untuk mewujudkan ketahanan pangan dan gizi nasional," ujar Trenggono dalam keterangan tertulis, Senin (21/11/2022).

Trenggono menjelaskan pada forum G20 di Bali, Presiden Joko Widodo menyampaikan krisis pangan dan energi menjadi ancaman besar bagi dunia. Organisasi Pangan Dunia FAO pun memprediksi adanya peningkatan kerawanan pangan tingkat akut secara global pada 2023. Adapun hal ini dipicu oleh dampak pandemi COVID-19, serta perang Rusia-Ukraina yang menstimulus kenaikan harga minyak dunia dan berpengaruh terhadap harga kebutuhan pokok dan pangan dunia.

Trenggono pun menilai permasalahan ketahanan pangan menjadi perhatian seluruh pemimpin dunia. Oleh karena itu, Indonesia, dalam hal ini, KKP telah melakukan langkah antisipatif untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Salah satunya dengan memanfaatkan kekayaan sumber daya laut yang melimpah untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Indonesia dan gizi nasional.

Lebih lanjut, Trenggono mengatakan upaya ini dapat dilakukan melalui program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (GEMARIKAN) yang menjadi indikator peningkatan Angka Konsumsi Ikan Nasional. Gerakan ini menjangkau hampir seluruh wilayah kabupaten/kota, termasuk wilayah dengan tingkat prevalensi stunting tinggi.

Berdasarkan data KKP, tercatat angka konsumsi ikan nasional pada 2021 mencapai 55,16 kg/kapita setara ikan utuh segar. Adapun angka ini tumbuh 1,10% dibanding tahun sebelumnya sebesar 54,56 kg/kapita setara ikan utuh segar. Trenggono mengatakan pihaknya menargetkan angka konsumsi ikan pada 2024 sebesar 62,5 kg/kapita setara ikan utuh segar.

"Ikan sebagai bahan pangan yang mengandung protein tinggi dan memiliki kandungan asam lemak omega 3,6,9 sangat relevan sebagai salah satu sumber asupan gizi untuk mendukung program ketahanan pangan. Ikan juga mengandung vitamin dan mineral untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan imunitas. Selain itu, ikan termasuk komoditas yang mudah dikreasikan menjadi berbagai olahan sehingga menjadi lebih variatif saat dihidangkan," kata Trenggono.

Rangkaian Kegiatan Hari Ikan Nasional Ke-9

Dalam Puncak Harkannas ke-9 kali ini, KKP mengusung tema 'Ikan Menyehatkan dan Mencerdaskan untuk Generasi Unggul'. Trenggono mengungkapkan peringatan Harkannas kali ini spesial karena pertama kalinya diselenggarakan di luar Jawa, yakni di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Seperti diketahui, Parigi Moutong dikenal sebagai daerah penghasil perikanan strategis karena memiliki 472 kilometer garis pantai dan berada di kawasan Teluk Tomini yang indah. Adapun tangkaian kegiatan peringatan Harkannas tahun ini terdiri dari seminar, lokakarya, lomba logo Gemarikan, lomba foto, pameran produk 52 UMKM perikanan dari 34 Provinsi, lomba dan demo masak ikan, lomba melukis anak-anak dan makan ikan bersama.

Sedangkan puncak peringatan Harkannas diisi dengan beragam rangkaian acara di Pantai Mosing. Beberapa di antaranya, tanam mangrove, bersih pantai, parade paralayang, parade perahu nelayan, penyerahan hadiah pemenang lomba dan peluncuran logo baru Gemarikan. Ada juga kegiatan pemecahan rekor MURI penanaman mangrove dan bersih pantai sebagai bagian dari program Bulan Cinta Laut.

Ia berharap peringatan Harkannas ke-9 ini menjadi stimulus bagi daerah lain dalam membangun ketahanan pangan berbasis hasil perikanan.

"Dukungan Kabupaten Parigi Moutong dalam gelaran Harkannas Tahun ini diharapkan menjadi tolok ukur baru dalam pelaksanaan Harkannas di tahun berikutnya. Setiap daerah berpeluang menjadi tuan rumah pelaksanaan peringatan Hari Ikan Nasional untuk memasyarakatkan makan ikan dan memberikan efek pengganda menggerakkan sektor-sektor ekonomi bidang kelautan dan perikanan dan bidang pendukung lainya di daerah," katanya.

Dalam momen Harkannas kali ini, Trenggono juga mengajak masyarakat untuk turut merayakan Harkannas, baik secara daring maupun luring.

"Saya berharap peringatan Harkannas ke-9 ini dapat terus memperkuat peran dan sinergi semua pihak dalam peningkatan ketahanan gizi dan pangan melalui pemanfaatan sumber daya ikan secara optimal dengan tetap berkomitmen pada pengelolaan yang berkelanjutan, agar generasi yang akan datang, anak cucu kita nanti dapat terus mengonsumsi ikan," tutupnya.

Sebagai informasi, sebelumnya KKP telah menggagas program ekonomi biru untuk menghadirkan laut sehat guna mendorong produk perikanan sebagai solusi ketahanan pangan. Hal ini disampaikan Menteri Trenggono saat mengisi sesi Blue Food Coalition pada rangkaian United Nation Oceans Conference (UNOC) 2022 yang berlangsung di Lisbon, Portugal, Senin (27/6).

(ncm/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT