Nikita Mirzani Curiga Dito Mahendra Dekat dengan Oknum Polda Banten

ADVERTISEMENT

Nikita Mirzani Curiga Dito Mahendra Dekat dengan Oknum Polda Banten

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Senin, 21 Nov 2022 13:13 WIB
Nikita Mirzani saat keluar dari Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur.
Nikita Mirzani (Noel/detikcom)
Jakarta -

Terdakwa Nikita Mirzani mencurigai Dito Mahendra dekat dengan oknum di Polda Banten. Hal ini ia sampaikan saat membacakan eksepsi karena laporan Dito yang cepat ditangani di Polres Serang Kota.

Awalnya, Nikita menyatakan laporannya di Propam Polri mengenai penyidik Polresta Serang Kota dilimpahkan ke Polda Banten. Namun sampai saat ini tidak ditindaklanjuti.

"Hal tersebut berbeda dengan laporan Pelapor Mahendra Dito terhadap saya, yang dilaporkan ke Polres Serang Kota yang merupakan Polda Banten, apakah ada kedekatan dengan oknum di Banten," kata Nikita di PN Serang, Senin (21/11/2022).

Dalam waktu satu bulan, laporan atas dirinya ditindaklanjuti dengan kilat. Bahkan hanya dalam waktu singkat dinaikkan ke penyidikan, seolah-olah dirinya adalah teroris yang paling dicari.

"Karena dalam satu bulan, laporan tersebut langsung diproses, ditangani dengan kilat, dengan dalih sudah melakukan pemanggilan ke saya, cepat ditindak ke penyidikan dan anggota seakan menjadikan saya seorang teroris yang paling dicari di negara ini," katanya.

Ia mengatakan, sebagai warga negara, laporan dirinya di Propam mesti ditindaklanjuti. Apalagi ada visi misi Kapolri mengenai Presisi untuk memberikan kepastian hukum.

"Visi Kapolri Presisi dan percuma melapor ke Propam karena tidak ada kepastian hukum. Seperti jeruk makan jeruk dan seakan-akan proses hukum dilakukan dengan cara tebang pilih karena laporan saya tidak ditindaklanjuti sampai sekarang," ujarnya.

Ia meminta laporannya yang sudah dilimpahkan ke Propam Polda Banten kembali ditangani oleh Mabes Polri. Ia bahkan menyebut Menko Polhukam Mahfud Md dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo agar memberikan perhatian.

"Sekali lagi saya memohon, meminta kepada Bapak Menko Polhukam Mahfud Md, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Irwasum, Kadiv Propam, agar melihat persoalan saya ini dengan serius. Hitam ya hitam, putih ya putih," ujarnya.

(bri/isa)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT