Hadiri Muktamar Muhammadiyah di Solo, Puan Disambut Antusias Warga

ADVERTISEMENT

Hadiri Muktamar Muhammadiyah di Solo, Puan Disambut Antusias Warga

Jihaan Khoirunnisaa - detikNews
Sabtu, 19 Nov 2022 21:15 WIB
Puan Maharani
Foto: dok. DPR RI
Jakarta -

Ketua DPR RI Puan Maharani menghadiri Muktamar ke-48 Muhammadiyah-Aisyiyah di Solo, Jawa Tengah. Pada kesempatan itu, Puan juga mengunjungi Masjid Raya Sheikh Zayed.

Kedatangan puan disambut hangat oleh warga Muhammadiyah dan masyarakat di sana. Diketahui, acara Muktamar Muhammadiyah ramai dihadiri warga Muhammadiyah dari berbagai penjuru Indonesia.

Para peserta yang menonton acara di layar lebar depan stadion Manahan juga bertepuk tangan ketika nama Puan disebutkan oleh Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir.

"Semoga silaturahmi ini dapat memperkuat jalinan keluarga Muhammadiyah," ujar Puan dalam keterangan tertulis, Sabtu (19/11/2022).

Usai acara, banyak peserta Muktamar yang menyalami dan meminta untuk berfoto bersama dengan Puan. Selanjutnya, Puan pergi untuk mengunjungi Masjid Raya Sheikh Zayed yang berada di wilayah Banjasari.

Selepas berkeliling meninjau masjid, perempuan pertama yang menjabat Ketua DPR RI ini menemui warga yang antusias memanggil namanya dari balik pagar Masjid Raya Sheikh Zayed.

"Mbak Puan, Mbak Puan," teriak suara-suara dari balik pagar.

Puan yang mendengar suara panggilan warga, menghampiri dan menyalami mereka satu persatu. "Ibu dari mana?" tanya Puan sembari melayani permintaan berswafoto.

"Dari Kalimantan, Mbak Puan, ikut muktamar," jawab salah seorang warga Muhammadiyah.

Menurut Puan, Muhammadiyah merupakan bagian dari kultur keluarganya. Proklamator sekaligus Presiden pertama RI Soekarno, yang merupakan kakek dari Puan, adalah pengagum sosok pendiri Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan. Bahkan, Bung Karno yang berguru kepada KH Ahmad Dahlan resmi menjadi anggota Muhammadiyah di tahun 1938.

"Bung Karno mengabdikan diri kepada Muhammadiyah sebagai guru sekaligus ketua majelis pendidikan dan pengajaran Muhammadiyah di Bengkulu," tuturnya.

Perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu menyebut semangat pengabdian membuat Muhammadiyah terus bertahan dan berkembang. Dia menilai, Muhammadiyah juga memiliki peran dalam perjuangan mendirikan, merawat dan memajukan Indonesia.

"Semoga teladan Muhammadiyah dalam berdakwah yang dibarengi dengan tindakan amal nyata bagi masyarakat, bisa dijadikan teladan." pungkas mantan Menko PMK itu.

(prf/ega)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT