Bamsoet: Jika Musuh Datang Pantang Kita Berpaling

ADVERTISEMENT

Bamsoet: Jika Musuh Datang Pantang Kita Berpaling

Inkana Izatifiqa R Putri - detikNews
Sabtu, 19 Nov 2022 20:42 WIB
Bamsoet
Foto: dok. MPR RI
Jakarta -

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo membuka Latihan Bersama dan Asah Keterampilan Menembak Nasional Perkumpulan Pemilik Izin Khusus Senjata Api Bela Diri Indonesia (Periksha) 2022 di Lapangan Tembak Perbakin Senayan. Kegiatan ini diikuti lebih dari 130 pemilik izin khusus senjata api beladiri.

Dalam kegiatan ini, terdapat 6 stage yang perlu dihadapi peserta. Adapun stage ini dibuat dengan mengadaptasi kegiatan sehari-hari seperti kawasan pusat perbelanjaan, perkantoran, Bank, ATM, jalan raya, cafe dan bar, rumah, ruang kerja, hingga supermarket. Ketiga peserta, yakni Steven Tan, Rudy Roesmanhadi dan Robin Kurniawan pun dinobatkan menjadi peserta terbaik pada latihan ini.

"Peserta menggunakan peluru tajam dan peluru karet. Selain untuk mengasah kemampuan menembak bagi para pemilik izin khusus senjata api bela diri, event ini juga sebagai ajang sosialisasi dan silaturahmi. Sekaligus memberikan pemahaman mengenai hak dan kewajiban yang melekat pada kepemilikan izin senjata api bela diri, menegakkan disiplin, tata tertib dan kode etik penggunaan senjata api bela diri, serta membangun sinergi dan kemitraan strategis dengan aparat penegak hukum dalam rangka membantu mewujudkan ketertiban dan keamanan masyarakat, sesuai ketentuan Peraturan Kepolisian Nomor 1 Tahun 2022 tentang Perizinan, Pengawasan, dan Pengendalian Senjata Api Standar Polri, Senjata Api Non Organik TNI/Polri, dan Peralatan Keamanan yang Digolongkan Senjata Api," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Sabtu (19/11/2022).

Ketua Umum Periksha ini pun mengatakan saat ini Periksha telah memiliki anggota berjumlah 300 lebih, dan akan terus meningkat seiring besarnya antusias para pemilik izin khusus senjata api bela diri. Menurutnya, banyaknya jumlah anggota Periksha dapat menjadi bagian dari kekuatan komponen cadangan bersenjata dalam menjaga pertahanan kedaulatan bangsa dan negara.

"Mengingat komponen cadangan Indonesia masih belum optimal. Sumber daya komponen cadangan yang kita miliki baru terdiri dari sekitar 3.100 orang matra darat, sekitar 500 orang matra laut, serta sekitar 500 orang matra udara. Sebagai perbandingan, komponen cadangan yang dimiliki Tiongkok sekitar 800.000 orang, serta Amerika lebih dari 2,4 juta orang. Bahkan Singapura dengan luas wilayah yang setara luas Jakarta, dan jumlah penduduk yang hanya sekitar 6 juta jiwa, komponen cadangannya hampir setara jumlah penduduknya," jelasnya.

Dalam kesempatan ini, Dewan Penasehat PB Perbakin ini pun mengingatkan peribahasa latin 'si vis pacem, para bellum', yang berarti 'jika menginginkan damai, bersiaplah perang.' Meski demikian, peribahasa ini bukan bertujuan menganjurkan perang.

Dari peribahasa tersebut, Bamsoet mengatakan setiap bangsa agar dapat memaksimalkan berbagai potensi kekuatan dalam menjaga pertahanan kedaulatannya. Hal ini termasuk mempersiapkan sumber daya manusia, baik dari sisi militer maupun dari kekuatan sipil.

"Siapa pun tidak pernah menginginkan perang. Namun jika musuh datang, pantang kita berpaling. Terlebih saat ini kondisi dunia dipenuhi ketidakpastian. Siapa yang menyangka Rusia dan Ukraina akan terlibat panjang dalam konflik militer. Korea Utara yang terus menerus melakukan uji coba nuklir, serta ketegangan yang semakin meningkat antara Tiongkok dengan Amerika Serikat terkait Taiwan. Karena itu, kehadiran sumber daya manusia terlatih seperti yang tergabung dalam Periksha menjadi sangat penting sebagai kekuatan pertahanan bangsa Indonesia, karena dapat memberikan efek gentar terhadap siapapun yang ingin mengganggu kedaulatan Indonesia," pungkas Bamsoet.

Sebagai informasi, turut hadir dalam kegiatan antara lain Kapolri ke-14 Jenderal Pol (Purn) Roesmanhadi, Kapolri ke-18 Jenderal Pol (Purn) Sutanto, Kapolri ke-19 Jenderal Pol (Purn) Bambang Hendarso Danuri, dan Kapolri ke-20 Jenderal (Purn) Timur Pradopo. Hadir pula para pengurus Periksha antara lain, Ketua Harian Eko S. Budianto, Sekretaris Jenderal Deche Helmy Hadian, dan Bendahara Umum Steven Djajadiningrat.

(prf/ega)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT