KTT G20 di Bali Hasilkan Deklarasi, Bamsoet Puji Kepemimpinan Jokowi

ADVERTISEMENT

KTT G20 di Bali Hasilkan Deklarasi, Bamsoet Puji Kepemimpinan Jokowi

Sukma Nur - detikNews
Jumat, 18 Nov 2022 17:20 WIB
Bamsoet
Foto: Dok. MPR
Jakarta -

Ketua MPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengapresiasi kepemimpinan Presiden Joko Widodo yang sukses menggelar Konferensi Tingkat Tinggi G20 (KTT G20) di Bali, pada 15-16 November 2022. Dalam KTT G20 tersebut, telah dihasilkan kesepakatan G20 Bali Leaders Declaration, sekaligus concrete deliverable yang berisi daftar proyek kerjasama negara anggota G20 dan undangan yang hadir.

"Sebagaimana disampaikan Presiden Joko Widodo, proyek kerja sama yang dihasilkan dalam KTT G20 ini akan membantu membumikan kerja G20. Bermanfaat bukan hanya bagi negara anggota G20, melainkan juga bagi dunia, khususnya bagi negara-negara berkembang," ujar Bamsoet saat kunjungan kerjanya di Solo untuk menghadiri World Peace Forum, Rabu (16/11).

Bamsoet menjelaskan dalam deklarasi tersebut terdapat tiga isu strategis meliputi transisi energi, arsitektur kesehatan, dan transformasi digital. Ia mengatakan Isi deklarasi KTT G20 berisikan rasa keprihatinan anggota G20 atas risiko ketahanan pangan global yang ditimbulkan oleh meningkatnya ketegangan.

"Di sektor pangan, G20 setuju untuk tidak melarang atau membatasi ekspor produk pangan dan pupuk. Kesepakatan ini sebagai tindak lanjut atas keprihatinan negara-negara G20 terhadap krisis pangan yang terjadi akibat gejolak geopolitik," jelas Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila dan Kepala Badan Hubungan Penegakan Hukum, Pertahanan dan Keamanan KADIN Indonesia ini menerangkan G20 juga menekankan perlunya independensi bank sentral untuk mengatasi inflasi. G20 pun turut mendukung pertumbuhan ekonomi berkembang, terutama pulau-pulau kecil dengan menghimpun investasi publik dan melakukan reformasi struktural, mempromosikan investasi swasta, dan memperkuat kerja sama multilateral di bidang perdagangan.

"Mayoritas anggota G20 juga mengutuk keras perang di Ukraina dan menekankan bahwa perang membawa penderitaan manusia yang luar biasa dan memperburuk kerapuhan yang ada dalam ekonomi global," pungkas Bamsoet.

(akn/ega)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT