Anggota DPRD Kritik Pemprov DKI soal Wacana Jalur Sepeda di Kompleks

ADVERTISEMENT

Anggota DPRD Kritik Pemprov DKI soal Wacana Jalur Sepeda di Kompleks

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Sabtu, 19 Nov 2022 05:18 WIB
Sejumlah warga yang tergabung dalam komunitas sepeda Bike To Work melakukan aksi Selamatkan Jalur Sepeda di kawasan FX Sudirman menuju Balai Kota Jakarta, Jumat (18/11/2022).
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta berencana akan menambah penambahan jalur sepeda baru sifatnya menghubungkan jalur satu dengan jalanan di lingkungan kompleks. Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Achmad Yani mengkritik hal tersebut.

Achmad Yani awalnya menjelaskan jika pembangunan jalur sepeda masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Menurutnya apa yang sudah ditetapkan di RPJMD harus dilanjutkan.

"Pembangunan jalur sepeda itu kan sudah menjadi pelaksanaan untuk RPJMD 2022-2026 bahwa di Jakarta akan dibangun jalur sepeda sampai 2026 lebih kuang 250 Km, ini kan sudah berapa puluh kilometer. Karenanya apa yang ditetapkan di RPJMD harus dilanjutkan," kata Achmad Yani saat dihubungi, Jumat (18/11/2022).

Achmad Yani menilai pembangunan jalur sepeda sangat penting mengingat dapat membantu menurunkan tingkat polusi udara di Jakarta. Dia lalu mengkritik rencana jalur sepeda yang akan dibangun di kompleks, bukan di lokasi yang sudah dicanangkan sebelumnya.

"Kira-kira jalur sepeda ini sangat penting untuk bagaimana kita bisa mengajak masyarakat untuk mengurangi polusi udara kemudian selalu sehat, pembiayaan juga lebih hemat dalam transportasi," ujarnya.

"Adapun kalau ingin mau dilaksanakan jalur sepeda ya bukan di kompleks, di kompleks mah, jangan di kompleks, di jalan yang sudah dicanangkan. Karena apa, biar supaya nanti jalur sepeda itu di DKI semua nyambung gitu. Jangan terputus-putus," lanjutnya.

Achmad Yani mengatakan pembangunan jalur sepeda dilakukan untuk kepentingan masyarakat umum bukan kepentingan masyarakat tertentu seperti di Kompleks. Sehingga diharapkan masyarakat bisa beraktivitas dan berangkat kerja menggunakan sepeda dengan melintasi jalur sepeda.

"Saya kira yang kita inginkan bagaimana jalur sepeda tetap dilanjutkan untuk kepentingan masyarakat umum bukan kepentingan masyarakat tertentu yang ada di dalam kompleks," ucapnya.

"Ya manfaatnya (jalur sepeda) bukan hanya buat berolahraga, tapi juga kita buat mengurangi polusi sehingga masyarakat yang tadinya berkendaraan motor bisa pakai sepeda dalam melaksanakan tugas, kerja mereka, aktivitas sehari-hari," imbuhnya.

Gerindra Minta Pemprov DKI Teliti

Dihubungi terpisah, anggota DPRD DKI Jakarta, Komisi B Fraksi Gerindra, Ichwanul juga menyoroti pembangunan jalur sepeda di Kompleks. Dia mempertanyakan urgensi dibangunnya jalur sepeda

"Menurut saya urgensi nya ada atau tidak jalur sepeda di kompleks kita lihat dari data saja apakah pengguna sepeda di Jakarta meningkat atau tidak. Karena begini, jalur kompleks itu kan jalur tidak terlalu ramai walaupun banyak aktifitas warga di sana seperti pejalan kaki dan sebagainya," kata Ichwan.

Ichwan khawatir jika jalur sepeda dibuat di Kompleks akan mengganggu kendaraan lain yang melintas. Dia lantas meminta agar wacana jalur sepeda di Kompleks diteliti lebih jauh.

"Nah kalau dibuat jalur sepeda lagi jalanan menjadi sempit apa nanti tidak mengganggu kelancaran lalu lintas di sana. Jadi saya rasa harus diteliti lagi dan tidak bisa di semua jalur kompleks dibuat jalur sepeda ini," ujarnya.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT