Irjen Teddy Cabut BAP Awal, Pihak AKBP Doddy Singgung Psiko Hierarki

ADVERTISEMENT

Irjen Teddy Cabut BAP Awal, Pihak AKBP Doddy Singgung Psiko Hierarki

Ilham Oktafian - detikNews
Jumat, 18 Nov 2022 23:49 WIB
Pengacara AKBP Doddy Prawiranegara, Adriel Viari Purba
Pengacara AKBP Doddy, Adriel (Foto: Adrial Akbar/detikcom)
Jakarta -

Kuasa hukum AKBP Doddy Prawiranegara, Adriel Viari Purba, merespons pencabutan berita acara pemeriksaan (BAP) awal Irjen Teddy Minahasa (TM) di kasus sabu. Adriel menyinggung adanya psiko hierarki.

"Itu strategi pembelaan yang dilakukan lawyernya pak TM, saya nggak bisa ikut campur tapi sekali lagi saya bilang pak TM tobat, jangan mengada-ngada, jangan menggiring opini ataupun mengaburkan 5 kilo itu," ujar Adriel Viari Purba kepada wartawan, Jumat (18/11/2022).

"Saya juga kepada pejabat publik mengenai psiko hierarki yang di mana sampai saat ini secara kepangkatan Pak TM ini masih atasanya klien saya, pasti kan dia takut untuk membuka," tutur Adriel.

Ia menyebut jaringan Irjen Teddy Minahasa sangat luas. Secara psiko hierarki, Doddy Prawiranegara takut dan tuntuk atas perintah atasannya, Teddy Minahasa.

Adriel kemudian menyinggung segudang prestasi AKBP Doddy yang salah satunya menolak suap Rp 10 miliar. Menurutnya, sebuah hal mustahil jika Doddy Prawiranegara menjual barang bukti sabu tanpa perintah Teddy Minahasa.

"Saya mau sampaikan juga prestasinya Pak Doddy, dia kan salah satu orang yang berprestasi di kepolisian, dia menangani kasus pembunuhan di Kuta, dan menolak Rp 10 miliar, saya rasa nggak mungkin dia melakukan itu kalau tidak atas perintah Pak TM. Secara fakta saya lihat memang jelas," lanjutnya.

Irjen Teddy Cabut BAP Awal

Pengacara Irjen Teddy Minahasa, Hotman Paris, mengatakan kliennya mencabut keterangan BAP awal karena barang bukti--yang disebut digelapkan--masih ada di jaksa.

"Hari ini Teddy Minahasa dalam BAP-nya menyatakan mencabut seluruh BAP sebagai tersangka, baik BAP pertama dan kedua, dan juga cabut BAP yang pernah diberikan sebagai saksi tersangka Doddy dan tersangka Linda. Karena semua barang bukti yang dijadikan objek dalam perkara ini adalah tidak ada kaitannya dengan Teddy Minahasa karena barang bukti yang disita pada perkara itu masih ada utuh," kata Hotman Paris di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (18/11/2022).

Sebelumnya, Hotman Paris mengatakan barang bukti 5 kilogram sabu tersebut masih tersimpan utuh. Barang bukti--yang disebut polisi digelapkan--diakuinya ada di kejaksaan.

"Ada hal yang sangat baru dan ini mengubah semua fakta kejadian, yaitu baru-baru ini, setelah dicek semua barang bukti yang dianggap 5 kg diedarkan itu, masih ada utuh disimpan oleh kejaksaan sebagai bukti dalam persidangan terdakwa yang ada di Bukittinggi," kata Hotman Paris.

Barang bukti 5 kg itu diketahui menjadi objek penyidikan dalam perkara yang melibatkan Teddy Minahasa. Sabu 5 kg itu awalnya diduga merupakan barang bukti narkoba yang telah disisihkan dari total 41,4 kg sabu hasil pengungkapan kasus.

Teddy Minahasa diduga memberikan perintah kepada AKBP Doddy Prawiranegara selaku Kapolres Bukittinggi saat itu untuk menukar sabu seberat 5 kg dengan tawas. Namun, belakangan, Hotman mengklaim bahwa 5 kilogram sabu ini masih utuh dan disimpan oleh jaksa sebagai barang bukti di pengadilan.

"Dari kurang lebih 39,5 kg yang ditimbang, 5 kg itu yang jadi barang bukti masih utuh ada disimpan oleh jaksa. 35 kg sudah dimusnahkan. Artinya, barang bukti yang ditemukan di rumah Doddy, di rumah Linda, dan yang sudah beredar tidak ada kaitannya sama sekali dengan Teddy Minahasa," jelas Hotman.

"Diduga mereka memperjualbelikan barang lain yang tidak ada kaitannya sama sekali dengan Teddy Minahasa. Ada barang lain yang Teddy tidak tahu," tambahnya.

(isa/mei)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT