Bupati Serang Serap Aspirasi Pekerja & Buruh Jelang Penetapan UMK

ADVERTISEMENT

Bupati Serang Serap Aspirasi Pekerja & Buruh Jelang Penetapan UMK

Yudistira Perdana Imandiar - detikNews
Jumat, 18 Nov 2022 20:31 WIB
Pemkab Serang
Foto: Dok. Pemkab Serang
Jakarta -

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah menggelar pertemuan dengan sejumlah organisasi pekerja dan buruh di Pendopo Bupati Serang. Silaturahmi ini dalam rangka menyerap aspirasi sekaligus membuka ruang diskusi menjelang penetapan upah minimum kabupaten/kota (UMK) tahun 2023.

"Kita semua bisa silaturahmi, bisa diskusi berkaitan dengan persoalan UMK. Dari organisasi buruh, saya dengan Pak Sekda dan jajaran Disnakertrans. Insyaallah, kita berupaya semuanya bisa didiskusikan dan bicarakan bersama," kata Tatu dalam keterangan tertulis, Jumat (18/11/2022).

Menurutnya, unsur pekerja atau buruh maupun pengusaha sepakat selalu menciptakan suasana kondusif di Kabupaten Serang. Sebab dunia usaha, termasuk di Kabupaten Serang yang punya wilayah pariwisata dan industri membutuhkan kondusivitas.

"Saya harap, tidak ada sumbatan komunikasi, termasuk yang mewakili saya bisa duduk bersama,. Ada apa pun persoalan, duduk bersama," ungkap Tatu.

Terkait usulan UMK tahun 2023, Tatu menyatakan, Pemkab Serang menerima usulan dari Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) maupun organisasi buruh. Kemudian akan dilakukan pembahasan dengan mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk data Badan Pusat Statistik (BPS).

"Semua usulan masukan, kita terima semua. Mudah-mudahan, ada jalan dan solusi terbaik untuk kita semua," sebut Tatu.

Koordinator Aliansi Serikat Pekerja Serikat Buruh (ASPSB) Kabupaten Serang Asep Saefullah mengungkapkan perwakilan pekerja dan buruh mengusulkan kenaikan UMK tahun 2023 sebesar 13 persen. Usulan tersebut dengan mempertimbangkan berbagai hal, antara lain kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), kenaikan PDRB, dan berbagai instrumen kebijakan pemerintah yang membebani buruh.

Ia mengatakan ruang komunikasi dan diskusi harus terbuka dan dilakukan oleh para pihak, bersama pemerintah daerah.

"Harapan kita bersama, untuk tidak ada aksi. Maka kami berharap ada satu nilai, yang diusung, dengan pertimbangan dari Ibu Bupati, dengan kebijaksanaan tersendiri," ujar Asep.

(akn/ega)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT