Maling Motor Saat Tsunami Dibekuk

Maling Motor Saat Tsunami Dibekuk

- detikNews
Sabtu, 22 Jul 2006 21:02 WIB
Pangandaran - Bencana gempa dan tsunami yang melanda Pangandaran, Jawa Barat (Jabar) dan sekitarnya yang terjadi 17 Juli lalu dimanfaatkan maling menggondol sebuah sepeda motor. Belum genap seminggu mencuri, pria yang dituduh maling sudah dibekuk.Indra (23), begitu nama tertuduh itu, disebut-sebut telah mengambil motor seorang guru SMP Pangandaran bernama Tomas Mardiana. Indra ditangkap di Jl Parapat, Desa Pananjung, Jabar, Sabtu (22/7/2006).Pencurian terjadi saat Tomas Mardiana pulang dari mengajar. Karena gempa, Tomas pulang ke rumah dengan panik untuk memastikan kondisi keluarganya. Motor Supra Fit bernomor polisi Z 3581 WQ yang dikendarainya itu diparkir tak jauh dari rumahnya."Ternyata keluarga saya sudah mengungsi. Terus tetangga sebelah ada yang minta tolong, saya tolong dia. Eh begitu balik ke motor, sudah tidak ada," ujar Tomas.Akhirnya dengan sedih Tomas bersama para tetangganya menyusul warga lainnya mengungsi ke Desa Pagarhayu. Setelah beberapa hari, tiba-tiba Tomas mendapat telepon dari saudaranya yang mengaku melihat motornya di sekitar Jl Parapat, Desa Pananjung, tak jauh dari posko media center, tempat wartawan sering nongkrong.Tomas pun bergegas menuju lokasi yang diinformasikan saudaranya tersebut. Saat motor ditemukan, plat dan tebeng motor sudah dilepas si maling. Saat Tomas mencocokkan kunci, ternyata pas dan mesin motor bisa dinyalakan."Apalagi, ada pelek warna kuning di motor itu. Itu ciri motor saya," imbuh Tomas dengan nada yakin.Warga pun segera menggelandang seorang pemuda ke pos polisi terdekat. Di hadapan polisi, Indra, yang dituduh maling, mengaku motor itu milik temannya. "Motor ini dipinjamkan sama teman saya, namanya Nur. Ternyata saya bawa ke Parapat sini, tahunya ini motor Pak Tomas," ujar pemuda asal Tasikmalaya ini tanpa rasa bersalah.Kanit Serse Polsek Pangandaran Aiptu A Sudrajat mengatakan, menurut seorang tukang becak yang sering parkir di depan toko mebel tempat Indra bekerja, Indra pernah mengaku motor itu adalah miliknya."Tapi status dia belum tersangka, masih dikembangkan. Kita masih mencari apakah ada pelaku lain selain dia," imbuh Sudjat. (nvt/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads