Pengungsi Tsunami Trauma Tidur di Dalam Rumah

Pengungsi Tsunami Trauma Tidur di Dalam Rumah

- detikNews
Sabtu, 22 Jul 2006 07:24 WIB
Pangandaran - Meski sudah kembali ke rumah masing-masing bukan berarti para pengungsi korban tsunami di selatan Pulau Jawa bisa bernafas lega. Sebab mereka masih mengalami trauma yang dalam akibat bencana yang menimpa mereka Senin sore itu.Setidaknya ini dialami oleh keluarga Edi (45), yang tidak berani tidur di dalam rumahnya. Edi beserta istri, Tini (45) dan adik iparnya Sumi (30) serta anaknya, Anggun (12) mengaku tidak berani tidur di dalam rumah.Mereka masih mengalami trauma, akibat sapuan gelombang tsunami yang memorakporandakan bangunan miliknya. Pantauan detikcom hingga pukul 01.00 Jumat malam mereka masih berada di luar rumah sang mertua."Saya masih takut, soalnya kita masih trauma tidur di dalam rumah takut ambruk," kata Tini.Padahal keluarga ini baru saja pulang, setelah berada di pengungsian selama 4 hari. Karena merak telah kehilangan rumah, akhirnya Edi beserta keluarga memilih untuk tinggal di rumah mertuanya yang tidak terkena musibah tsunami di Desa Panunjang, Pangandaran.Ketika ditanyakan mengapa Edi dan keluarga tetap memilih pulang ke rumah jika masih memiliki trauma, Edi pun menjawab seperti halnya alasan para pengungsi lain. "Kalau di pengungsian mau apa-apa serba susah. Pokoknya serba tidak enak," jelas Edi.Edi pun menceritakan perjuangan dirinya beserta keluarga yang harus berjalan kaki sejauh 13 kilometer untuk menghindari terpaan gelombang tsunami. "Kita mengungsi ke Desa Pagar Gunung, Pangandaran, yang kita bawa hanya pakaian yang melekat di badan," tutur Edi dengan nada lirih.Kini mereka bersukur, meski kehilangan rumah namun jiwa mereka masih diselamatkan dari amukan gelombang tsunami. (ahm/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads