Alasan DKI Anggarkan Normalisasi Ciliwung Rp 469 M Meski Butuh Rp 700 M

ADVERTISEMENT

Alasan DKI Anggarkan Normalisasi Ciliwung Rp 469 M Meski Butuh Rp 700 M

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Rabu, 16 Nov 2022 21:15 WIB
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (Kadis PU) Bina Marga Jakarta Yusmada Faizal saat groundbreaking pembangunan simpang susun Semanggi di Jakarta, Jumat (8/4/2016).
Yusmada Faizal (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Pemprov DKI Jakarta mengajukan anggaran pembebasan lahan untuk program normalisasi Kali Ciliwung tahun 2023 sebesar Rp 469 miliar. Padahal, DKI membutuhkan anggaran Rp 700 miliar untuk menjalani program ini. Apa alasan DKI tak mengajukan anggaran sesuai kebutuhan?

"Kalau kebutuhannya sekitar Rp 700 miliaran tapi kan masih ada masa kita perencanaan, persiapan dulu sehingga kita anggarkan dulu Rp 450 miliaran," kata Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Yusmada Faizal saat dikonfirmasi, Rabu (16/11/2022).

Soal kebutuhan anggaran sebesar Rp 700 miliar ini sesuai dengan arahan Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono. Namun, sementara ini, pihaknya baru membutuhkan dana Rp 479 miliar untuk mengeksekusi lahan di 3 kelurahan serta melakukan land acquisition and resettlement action plan (LARAP) di 1 kelurahan.

Dinas SDA akan kembali mengajukan penambahan pagu dalam APBD perubahan apabila kekurangan anggaran. Nantinya, pengajuan akan disesuaikan dengan kondisi saat itu.

"Ini tinggal strategi, kita siapkan dulu Rp 469 miliar nanti kalau kurang kan bisa anggaran perubahan. Kita siapin dulu. Tapi tetap anggaran itu Rp 700 miliaran. Benar Pak Pj," jelasnya.

Sebelumnya, Pemprov DKI menganggarkan Rp 700 miliar untuk pembebasan lahan normalisasi Ciliwung. Penjabat (Pj) Gubernur DKI Heru Budi Hartono mengatakan anggaran itu masuk Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD DKI Tahun Anggaran 2023.

"Pembebasan lahan kan ada beberapa 4 Kelurahan ya. Kurang lebih sekitar Rp 700 miliar," kata Heru pada wartawan, Selasa (8/11/2022).

Normalisasi sungai memang saat ini tengah dikebut oleh Pemprov DKI dalam hal ini soal pembebasan lahan. Empat kelurahan yang bakal jadi prioritas berada di Jakarta Timur dan Jakarta Selatan.

Total pembebasan lahan yang ditargetkan adalah 6,45 hektare. Kelurahan yang akan dilakukan pembebasan lahan ialah, pertama, Kelurahan Cawang, Kramat Jati, 2,25 hektare.

Kemudian, Kelurahan Rawajati, Pancoran, yang kebutuhan pembebasan lahannya sebanyak 1,5 hektare. Lalu Kelurahan Cililitan, Kramat Jati, sebanyak 0,8 hektare; serta di Kelurahan Kampung Melayu, Jatinegara, sebanyak 1,95 hektare.

Simak juga 'Heru Budi Jelaskan soal Kompensasi Normalisasi Ciliwung':

[Gambas:Video 20detik]



(taa/eva)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT