Pria Aniaya Istri Bertubi-tubi di Tangsel, Polisi: Mereka Pasangan Siri

ADVERTISEMENT

Pria Aniaya Istri Bertubi-tubi di Tangsel, Polisi: Mereka Pasangan Siri

Adrial Akbar - detikNews
Rabu, 16 Nov 2022 15:31 WIB
ilustrasi penganiayaan pacar
Ilustrasi KDRT (Foto: dok Istimewa)
Tangerang Selatan -

Seorang pria berinisial TM (43) menganiaya wanita berinisial KY (44). Polisi mengatakan pria dan wanita tersebut menikah siri.

"Antara Tersangka dan Korban adalah pasangan suami istri yang menikah siri sejak 2005," kata Kanit Reskrim Polsek Cisauk Ipda Margana ketika dihubungi, Rabu (16/11/2022).

Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terjadi di Kampung Kademangan, Kecamatan Setu, Tangerang Selatan (Tangsel). Polisi mengatakan pasangan tersebut memiliki dua anak yang masing-masing berumur 16 tahun dan 17 tahun.

"Mempunyai dua orang anak kandung dari hasil pernikahan tersebut, masing-masing umur 16 tahun dan 17 tahun," kata dia.

Margana mengungkap kejadian kekerasan diawali saat korban pulang ke rumahnya di Kampung Kademangan, Kecamatan Setu, Tangsel, sekitar pukul 17.30 WIB pada Jumat (11/11). Korban sempat menyiapkan makan untuk suaminya, yang bekerja sebagai satpam.

"Kemudian korban langsung memasak, menyiapkan bekal makanan untuk Tersangka yang bekerja sebagai sekuriti dan hari itu masuk malam," ujar Margana.

Korban sempat ingin keluar rumah pada pukul 18.30 WIB. Keduanya lantas cekcok setelah tersangka TM menuduh istrinya akan berselingkuh.

"Sekira jam 18.30 WIB, korban hendak ke luar rumah dengan tujuan membeli bensin dan ditanya oleh pelaku dengan kalimat yang nggak-nggak," kata dia.

Setelah cekcok, pelaku melakukan tindak kekerasan kepada korban. Korban pun mengalami sejumlah luka pada tubuhnya.

"Tersangka langsung menarik kedua tangan korban, kemudian mencekik leher dengan kedua tangan sambil dibenturkan ke meja plastik, selanjutnya menginjak leher dengan kaki kiri, dan menjambak rambut dan dibenturkan ke lantai, menendang wajah dengan menggunakan kaki kanan, selanjutnya melempar kursi plastik ke arah badan korban," jelasnya.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT