Duduk Perkara Pengeroyokan Sesama Buruh di Bekasi gegara Panggilan 'Boy'

ADVERTISEMENT

Duduk Perkara Pengeroyokan Sesama Buruh di Bekasi gegara Panggilan 'Boy'

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 13 Nov 2022 08:40 WIB
Ilustrasi penganiayaan (dok detikcom)
Foto: Ilustrasi pengeroyokan (dok detikcom)
Jakarta -

Buruh pabrik di Cikarang, Kabupaten Bekasi menjadi korban pengeroyokan yang dilakukan oleh rekan kerjanya. Korban dikeroyok sampai berdarah-darah.

Peristiwa berdarah itu awalnya dipicu karena adanya salah paham antar kedua pihak. Kapolsek Cikarang Selatan Kompol Satirin mengatakan, peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (9/11/2022) sekitar pukul 15.30 WIB. Polisi menyebutkan pelaku inisial MH tak terima dipanggil 'Boy' oleh korban, lantaran korban dalam hal ini karyawan baru.

"Karena ini karyawan yang korban ini bagian pengecekan barang, kalau pelaku bagian pengiriman barang. Bagian pengirimannya (pelaku) ini lebih senior, korban memanggil 'Boy'. Nggak terima, karena orang baru manggil orang lama gitu," kata Satirin saat dihubungi detikcom, Sabtu (12/11).

Pelaku kemudian tersulut emosi dan mengajak korban berkelahi. Selanjutnya antara keduanya berjanjian bertemu di luar tempat kerja untuk berkelahi.

"Antara korban dan pelaku itu satu perusahaan, kejadian nya itu di luar perusahaan karena janjian pulang kerja, berantem di luar," ujarnya.

Selain itu, rekan dari masing-masing pelaku dan korban juga ikut serta di lokasi. Akibat perkelahian tersebut, korban mengalami sejumlah luka di tubuhnya dan harus dilarikan ke rumah sakit.

"Yang satu pun bawa temannya. Tapi untuk memisahkan, jangan ada perkelahian. Sama-sama bawa temen. (korban) sementara di rumah sakit, luka nya belum tahu jelas," jelasnya.

Berujung Damai

Polisi langsung menuju TKO usai kejadian untuk melerai pertengkaran.
Keduanya disarankan membuat laporan polisi namun ditolak dengan alasan akan diselesaikan secara kekeluargaan.

"Saat kejadian pelaku langsung ke TKP, kita menyarankan untuk membuat laporan, tapi gak ada informasi, saya berupaya menghubungi pihak korban bagaimana kondisinya, soalnya harus terjawab ini. (korban memilih) Damai, tidak akan membawa masalah ke jalur polisi," jelasnya.

Pelaku juga diketahui akan bertanggung jawab atas perbuatan yang sudah dilakukan. Satirin menyebut proses perdamaian antara kedua pelaku dilakukan hari ini.

Kendati demikian, pihaknya akan meminta bukti tersebut agar permasalahan yang ada dinyatakan selesai.

"Kalau perdamaian katanya sudah, tapi saya minta buktinya. Saya cross check bagaimana perkembangan, akhirnya perdamaian katanya. Pokoknya pihak pelaku bertanggungjawab," pungkasnya.

Lihat juga Video: 3 Orang Pengeroyok Kepala Sekolah SMA PGAI Padang Diamankan Polisi

[Gambas:Video 20detik]




(dek/knv)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT