Kopi Sunyi Seduhan Para Difabel

ADVERTISEMENT

Kopi Sunyi Seduhan Para Difabel

Nada Celesta - detikNews
Minggu, 13 Nov 2022 06:46 WIB
Jakarta -

Tempat itu bernama "Sunyi Coffee". Gagasan yang tercetus pada 2016 itu muncul dari Mario Gultom, pemuda yang tertarik dan ingin hidup berdampingan dengan para difabel. Idenya adalah membantu para difabel untuk berkarya di sana. Saat itu, ia berandai-andai, café itu bukan hanya sekedar tempat bekerja bagi para penyandang disabilitas, melainkan wadah edukasi bagi masyarakat untuk belajar dan dekat dengan para difabel.

Sayangnya, tidak ada yang memiliki visi sama dengan inisiatif Mario. Ia kesulitan mencari orang yang mau menanamkan modal mereka, agar Sunyi Coffee bisa segera terealisasi.

"Nggak bisa, Mario. Konsep kamu nggak siap di Indonesia. Terlalu jauh Indonesia untuk menerima konsep kamu.", kata Mario menirukan reaksi rekan-rekannya.

Ia paham, tidak banyak orang mau menyokong bisnis yang kurang populer. Apalagi, memperkerjakan para penyandang disabilitas yang mungkin akan menghambat operasional kerja. Namun, ini menjadi alasan utama Mario mengapa ia teguh dengan niatnya. Sebab, hal itu membuktikan bahwa masih banyak masyarakat yang mendiskreditkan kemampuan para penyandang difabel.

Semangat untuk memerdekakan sesama manusia terus dibawa Mario sepanjang hidupnya. Ketika ide bisnis kedai kopi ramah difabel yang ia ajukan ditolak berkali-kali oleh calon investor, ia memeras otak agar niat baiknya bisa segera berjalan.

Rasa kemanusiaan yang besar dalam diri Mario tidak tumbuh begitu saja. Sejak kecil, ia dibiasakan orang tuanya untuk berkunjung ke panti asuhan dan bertemu kawan-kawan dengan disabilitas. Keluarga Mario memiliki prinsip bahwa sesama manusia harus saling tolong menolong.

"Saya sendiri melihat bahwa yang merdeka itu siapa sih? Yang merdeka itu saya. Yang mungkin punya indranya lengkap, fisik saya lengkap, ada juga teman-teman disabilitas yang sampai saat ini itu masih berjuang karena mereka belum merdeka. Itu menjadi semangat untuk saya, bahwa sudah saatnya kita sebagai sesama manusia memerdekakan sesama manusia juga terutama ini mereka yang sedang berjuang. " jelas Mario di program Sosok detikcom (6/11/22).

Setelah tiga tahun mengumpulkan pundi-pundi rupiah sebagai modal membuka kedai kopi. Akhirnya, pada 4 April 2019, Mario serta beberapa temannya semasa kuliah mendririkan cabang pertama Sunyi House of Coffee and Hope di Jl. RS. Fatmawati Raya No.15, Jakarta Selatan.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT