Pelapor Minta Kejelasan Kasus Dugaan Penyekapan Nindy Ayunda ke Polres Jaksel

ADVERTISEMENT

Pelapor Minta Kejelasan Kasus Dugaan Penyekapan Nindy Ayunda ke Polres Jaksel

Mulia Budi - detikNews
Jumat, 11 Nov 2022 15:49 WIB
Kasus dugaan penyekapan yang dilakukan artis Nindy Ayunda masih berlanjut. Istri pelapor dalam kasus tersebut, Rini mendatangi Polres Metro Jakarta Selatan (Mulia Budi/detikcom)
Kasus dugaan penyekapan yang dilakukan artis Nindy Ayunda masih berlanjut. Istri pelapor dalam kasus tersebut, Rini mendatangi Polres Metro Jakarta Selatan. (Mulia Budi/detikcom)
Jakarta -

Kasus dugaan penyekapan yang dilakukan artis Nindy Ayunda masih berlanjut. Istri pelapor kasus ini, Rini, mendatangi Polres Metro Jakarta Selatan didampingi pengacaranya, Fahmi Bachmid.

"Kehadiran hari ini membawa saksi pelapor Ibu Rini, yang selama ini yang kita ceritakan bahwa dia sampai saat ini hampir dua tahun mencari keadilan untuk suaminya yang sempat yang pernah disekap, dirampas kemerdekaannya tahun 2021," kata Fahmi kepada wartawan di Polres Metro Jakarta Selatan, Jumat (11/11/2022).

Fahmi mengatakan kliennya masih mencari kepastian hukum atas kasus tersebut. Ia menyebut laporan kliennya tidak ada kejelasan.

"Laporannya sampai detik ini berputar-putar, tidak tahu seperti apa, semoga aja ada kepastian hukum terhadap para pencari keadilan kasus yang demikian muda ini kenapa bisa menjadi seperti ini. Ini kasus perampasan kemerdekaan, seseorang tidak boleh pulang lebih dari satu hari, itu udah dirampas kemerdekaannya, walaupun diberi makan, itu berdasarkan keputusan yuris prudensi dan seterusnya," ujarnya.

Dia mengatakan pihaknya telah membawa sejumlah barang bukti tambahan. Salah satunya saksi yang disebut sebagai orang yang disuruh menyekap kliennya.

"Korban, saksi korban, Rini, dan juga saksi yang disuruh untuk melakukan pengawasan, itu juga saya bawa, mungkin lewat sana dia, karena dia adalah saksi kunci, karena dia adalah orang yang disuruh untuk mengawasi korban, menjaga korban supaya korban tidak bisa ke mana-mana, saya lewatkan belakang, mohon maaf," tuturnya.

Lebih lanjut, dia berharap pelaku bisa segera ditetapkan dan diumumkan. Dia menuturkan pihaknya masih menunggu kepastian hukum dalam kasus tersebut.

"Harapan saya ini sudah yang kesekian kalinya korban, pelapor ini diperiksa, kami harapkan segera beri kepastian hukum, tetapkan pelakunya, karena ini kasus muda tapi kenapa harus diproses berputar-putar seperti ini, itu saja pertanyaan saya. Mohon segera beri kepastian hukum, para pencari keadilan, apa karena pencari keadilan ini orang kecil? kami harapkan segera kasih kepastian," ujarnya.

Pihak Nindy Ayunda Bantah Penyekapan

Nindy Ayunda, melalui pengacaranya, Luvino Siji Samudra, membantah tuduhan penyekapan. Dikatakan Luvino, justru Nindy Ayunda yang mendapatkan intimidasi.

"Ibu Nindy sebelumnya nggak mau blow up soal (teror) ini loh. Tapi karena ada berita simpang siur seakan-akan mereka yang diintervensi, mereka yang diteror, makanya kami bicara," kata Luvino, dilansir detikHot, Sabtu (16/7/2022).

Luvino mengatakan teror kepada kliennya itu bahkan ada setiap hari. Mulai dari intimidasi langsung ataupun lewat jaringan komunikasi.

"Padahal sebenarnya, klien kita yang merasakan diteror setiap hari, gitu loh," katanya.

"Terus ada juga telepon-telepon gelap dari nomor-nomor yang nggak dikenal. Ada pelecehan-pelecehan verbal, mengata-ngatai dengan bahasa-bahasa yang nggak sopan. Nadanya pelecehan. Saat kita telepon balik, nomornya tidak aktif," beber Luvino.

Luvino Siji Samura selaku kuasa hukum Nindy Ayunda juga menegaskan Dito Mahendra sama sekali terlibat kasus kliennya tersebut.

"(Dito Mahendra) nggak ada keterlibatannya," tegas Luvino Siji Samura saat dihubungi wartawan, Rabu (20/7/2022) malam.

Lebih lanjut, Dito Mahendra juga merasa bingung karena namanya bisa terseret dalam kasus tersebut.

"Saya tanya sama beliau, 'makanya kok nama saya diseret-seret', orangnya juga bingung," tutur Luvino Siji Samura.

Simak Video 'Kekecewaan Eks Sopir Nindy Ayunda Kasus Dugaan Penyekapan Berlarut-larut':

[Gambas:Video 20detik]



(mei/isa)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT