Pelempar Batu ke Kucing hingga Mati Belum Tersangka, Ini Alasan Polisi

ADVERTISEMENT

Pelempar Batu ke Kucing hingga Mati Belum Tersangka, Ini Alasan Polisi

Ilham Oktafian - detikNews
Rabu, 09 Nov 2022 16:59 WIB
Ini Tampang Pelaku Pelemparan Batu ke Kucing hingga Mati di Jaktim
Foto: 20Detik
Jakarta -

Polisi belum menetapkan DS (47), pelaku pembunuhan kucing dengan cara dilempari batu, sebagai tersangka. Kapolsek Matraman Kompol Tribuana Roseno mengatakan pihaknya masih menunggu hasil visum kucing.

"Belum (tersangka). Penentuan tersangka itu harus membutuhkan 2 alat bukti," kata Tribuana saat dihubungi detikcom, Rabu (9/11/2022).

"Karena ini penganiayaan kita harus ada visum, nah kita masih menunggu hasil visumnya," tambah dia.

Kendati belum ditetapkan sebagai tersangka, DS terancam dikenai Pasal 302 ayat 2 KUHP. Ia pun terancam hukuman 9 bulan penjara.

Lebih lanjut, Tribuana menyebut DS dikenai wajib lapor. Pasalnya, hingga kini korban belum mencabut laporannya.

"Sementara hanya wajib lapor namun perkara tetap jalan karena korban belum mencabut laporannya," terang Tribuan.

Motif Kesal Kucing Sering Buang Kotoran

Beberapa waktu lalu viral di media sosial, sebuah video yang menampilkan seekor kucing mati bersimbah darah di jalanan Matraman, Jakarta Timur.

Dalam video tersebut, tampak kucing berbulu putih-cokelat tergeletak di jalan. Kepala dan mulut kucing tersebut mengeluarkan darah. Di samping kucing itu, terlihat batu berukuran cukup besar.

Pelaku pria berinisial DS (47) lalu menyerahkan diri ke polisi. Motif pelaku tega melakukan perbuatannya pun terungkap.

"Awal mulanya itu kucing sering buang kotoran, muntah di situ, dia jengkel," kata Roseno.

DS diketahui tinggal di sebuah kontrakan. Di lokasi memang banyak binatang yang lalu-lalang di kontrakan tersebut.

Roseno mengatakan pelaku mengaku jengkel terhadap kucing yang dilempar batu olehnya itu. Pasalnya, kucing tersebut acap kali buang kotoran di depan kontrakannya.

Kesal karena kejadian berulang, DS lalu melempar batu ke arah kepala kucing hingga binatang tersebut mati bersimbah darah.

"Jadi kan dia tinggal di kontrakan, sering itu kucing muntah, buang kotoran di situ. Mungkin saat itu lagi lelah atau pening kepala, dia khilaf terus lempar paving block ke arah kepala kucing hingga mati," jelas Roseno.

(azh/azh)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT