KPK Panggil Ketua DPD Golkar Sulbar di Kasus Suap Pesawat Airbus Garuda

ADVERTISEMENT

KPK Panggil Ketua DPD Golkar Sulbar di Kasus Suap Pesawat Airbus Garuda

Adrial Akbar - detikNews
Rabu, 09 Nov 2022 13:20 WIB
Gedung baru KPK
Foto: Andhika Prasetia/detikcom
Jakarta -

KPK memanggil Ketua DPD Golkar Sulawesi Barat Ibnu Munzir sebagai saksi. Ibnu akan diperiksa terkait kasus suap pengadaan pesawat Airbus di PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Periode 2010-2015.

"Hari ini (9/11) pemeriksaan saksi TPK suap pengadaan pesawat Airbus di PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Perieode 2010-2015," kata Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri kepada wartawan, Rabu (9/11/2022).

Selain itu, KPK memanggil tiga saksi lainnya. yaitu mantan Direktur Operasi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Ari Sapari; Direktur PT Indonesia Advisory Duta Solusindo, Enty Puryanto Kasdi; dan anggota DPR RI periode 2009-2014, Tossy Aryanto.

Ali mengatakan pemeriksaan akan dilakukan hari ini di gedung Merah Putih KPK. Ali belum membeberkan materi apa yang akan digali terhadap keempat saksi tersebut.

Chandra Tirta Tersangka

Diketahui, KPK melakukan penyidikan baru kasus dugaan suap pengadaan pesawat di PT Garuda Indonesia (PT GI). KPK pun telah menetapkan tersangka dalam kasus ini.

Berdasarkan sumber detikcom, Selasa (4/10), orang yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap ini ialah eks anggota DPR RI, Chandra Tirta. Chandra Tirta Wijaya saat itu tergabung dalam Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN).

Setelah tak lagi menjabat anggota DPR RI, Chandra Tirta Wijaya berpindah ke Partai Ummat. Chandra merupakan Wakil Ketua Umum Partai Ummat.

Dia sempat diperiksa KPK pada Selasa, 19 November 2019, sebagai saksi di dugaan suap yang menjerat eks Dirut Garuda Emirsyah Satar. Saat itu, dia diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Soetikno Soedarjo yang merupakan pihak swasta.

KPK sendiri belum mengungkap identitas tersangka. Namun Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri menyebut kasus ini terkait dugaan suap senilai Rp 100 miliar kepada anggota DPR RI 2009-2014 dan pihak swasta.

"Saat ini, KPK kembali membuka penyidikan baru sebagai pengembangan perkara terkait dugaan suap pengadaan armada pesawat Airbus pada PT GI Tbk 2010-2015," kata Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri.

"Dugaan suap tersebut senilai sekitar Rp 100 M yang diduga diterima anggota DPR RI 2009-2014 dan pihak lainnya, termasuk pihak korporasi," sambungnya.

Simak juga 'Kejagung Tetapkan 2 Tersangka Baru Kasus Korupsi Garuda Indonesia':

[Gambas:Video 20detik]



(azh/azh)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT