Pembayaran e-VoA Kini Cukup Pakai Kartu Kredit dari HP, WNA: Sangat Mudah

ADVERTISEMENT

Pembayaran e-VoA Kini Cukup Pakai Kartu Kredit dari HP, WNA: Sangat Mudah

Andi Saputra - detikNews
Senin, 07 Nov 2022 10:46 WIB
Konter E-VOA
Konter E-VOA (dok.imigrasi)
Jakarta -

Kementerian Keuangan RI (Kemenkeu) menerbitkan Peraturan Menkeu Nomor 157/PMK.02/2022 yang mengatur pembayaran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Visa di Lingkungan Kementerian Hukum dan HAM RI yang berlaku sejak (4/11) kemarin. Alhasil, pembayaran visa on arrival (e-VoA) menjadi simpel dan mudah.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Imigrasi Widodo Ekatjahjana menyampaikan peraturan ini meresmikan payment gateway sebagai metode pembayaran visa, baik e-VoA maupun e-Visa, setelah sebelumnya pembayaran hanya bisa dilakukan melalui kode billing dan tunai untuk VoA.

"Payment gateway adalah upaya bersama untuk memberikan kemudahan pelayanan keimigrasian serta untuk mendukung iklim investasi nasional," kata Plt Dirjen Imigrasi Widodo Ekatjahjana, dalam siaran pers Ditjen Imigrasi, Senin (7/11/2022).

Payment gateway adalah mekanisme yang membaca dan mentransfer informasi pembayaran dari pelanggan ke rekening bank penyedia. Widodo menyebut bahwa sistem tersebut bertugas untuk menangkap data, memastikan dana tersedia, dan membuat penyedia dibayar.

"Payment gateway kali ini khusus untuk pembayaran visa. Yang saat ini dimungkinkan adalah pembayaran melalui kartu kredit dan debit Mastercard, Visa, dan JCB" tambah Widodo.

Rencananya, peluncuran sistem pembayaran ini akan dilakukan pada Rabu (9/11/2022) bersamaan dengan peluncuran e-VoA oleh Menteri Koordinator Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan.

Widodo optimis sistem ini akan membuka potensi pariwisata dan ekonomi secara luas di Indonesia sekaligus sebagai tonggak inovasi layanan publik Ditjen Imigrasi. Hal ini, tutur Widodo, tentu berpengaruh pada perekonomian di sektor pariwisata dan juga terhadap kesepakatan-kesepakatan dalam pertemuan bisnis multinasional yang dimudahkan dan berimplikasi pada hadirnya pembukaan lapangan kerja baru.

"Penerapan payment gateway dalam sistem visa dimaksudkan mengurai bottle neck antrian pembayaran visa on arrival di konter bank. Mohon diingat bahwa karena ini pembayaran internasional, kurs yang berlaku adalah kurs pada hari tersebut dan ada biaya administrasi (service fee) yang akan dikenakan pada transaksi tersebut. Namun jika dibandingkan dengan kemudahan yang didapatkan, tentunya biaya tersebut akan sebanding," tutup Widodo.

Kemudahan itu diakui sejumlah WNA. Cukup dengan gawai Handphone, WNA kini bisa mengunduh berkas visa dan membayarnya dengan kartu kredit, layaknya belanja online. WNA setibanya di Indonesia, tinggal mengecap paspor dan tidak perlu antre di gerai VoA bandara.

"Saya tahunya layanan ini dari media online di internet," kata WN Australia, Victor, dalam video yang dilansir Imigrasi.

Victor mendatar di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Sabtu (5/11) kemarin.

"Very simple. Sangat mudah," ujar Victor.

WNA yang sudah melengkapi berkas e-Visa dan membayar e-VoA, maka tinggal mengeprint satu lembar e-Visa. Selembar kertas print out itu tinggal ditunjukkan ke petugas Imigrasi di konter e-VOA di Bandara Soekarno-Hatta atau di Bandara I Gusti Ngurah Rai.

"Tinggal dicek di Imigrasi (kata Victor sambil menunjukkan kertas e-visa). Sangat mudah dan sangat simpel mendapatkan e-Visa. Tinggal diprinter," ucap Victor.

Untuk saat ini, e-VOA diterapkan bagi 26 negara dan akan bertambah seiring waktu. Selain itu, e-VOA sementara baru bisa dipakai masuk di Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara I Gusti Ngurah Rai. Berikut daftar 26 negara itu:

1. Australia,
2. Afrika Selatan,
3. Amerika Serikat,
4. Arab Saudi,
5. Argentina,
6. Belanda,
7. Belgium,
8. Brazil,
9. Denmark,
10.India,
11.Inggris,
12.Italia,
13.Jepang,
14.Jerman,
15.Kanada,
16.Korea Selatan,
17.Meksiko,
18.Perancis,
19.Rusia,
20.Selandia Baru,
21.Spanyol,
22.Swiss,
23.Timor Leste,
24.Tiongkok,
25.Turki, dan
26.Ukraina;

(asp/dnu)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT