Imigrasi Uji Coba e-VoA, Bayar Visa Cukup dari HP di Negara Asal

ADVERTISEMENT

Imigrasi Uji Coba e-VoA, Bayar Visa Cukup dari HP di Negara Asal

Andi Saputra - detikNews
Kamis, 03 Nov 2022 12:56 WIB
Plt Dirjen Imigrasi Prof Widodo Ekatjahjana melakukan sidak pelayanan di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali. Widodo marah ke pihak bank di Visa on Arrival (VoA).
Plt Dirjen Imigrasi Widodo Ekatjahjana saat sidak di Bandara Bali. (Andi/detikcom)
Jakarta -

Imigrasi mulai meluncurkan electronic visa on arrival (e-VoA) guna memudahkan WNA masuk ke Indonesia sehingga WNA cukup membayar visa dari segenggam handphone (HP) dari negara asal masing-masing.

"e-VoA sudah kami luncurkan hari ini. Orang pertama pemegang e-VoA akan tiba di Indonesia pada Jumat (4/11) esok dari Hong Kong," kata Plt Dirjen Imigrasi Widodo Ekatjahjana kepada wartawan, Kamis (3/11/2022).

e-VoA merupakan tindak lanjut arahan Presiden Indonesia terkait percepatan pelayanan keimigrasian. Khususnya pelayanan VoA dan visa investor serta dalam rangka mendukung pelaksanaan KTT G-20.

"Sejak hari ini akan dilakukan uji coba terlebih dahulu sistem kita. Minggu depan akan diluncurkan secara resmi oleh Pak Menteri Marves," ujar Widodo Ekatjahjana.

Mengapa e-VoA Penting?

Tumpukan pembayaran VoA mulai dirasakan terutama di Bandara I Gusti Ngurah Rai. Sebab, dalam waktu bersamaan, kerap ada beberapa pesawat penumpang datang bersamaan.

Selama ini, pembuatan visa sudah bisa dilakukan secara online/e-visa. Namun pembayaran visa masih dilakukan manual di bandara sehingga menjadi penumpukan WNA di bandara. Dengan adanya e-Voa, pembayaran cukup dilakukan lewat HP di aplikasi dengan kartu kredit atau alat pembayaran digital lainnya.

"Jadi WNA turun pesawat tinggal ngecap paspor saja," ucap Widodo Ekatjahjana.

Kemudahan ini juga diyakini bisa menggoda wisatawan untuk mampir ke Indonesia. Bisa jadi yang sedang berlibur di Singapura, Malaysia, atau Thailand jadi berubah haluan menambah kunjungan wisata ke Indonesia karena bisa membayar e-VoA dari HP-nya.

Meski demikian, konter VoA manual di bandara tetap dipertahankan untuk mengantisipasi bila ada masalah dengan sistem elektronik.

"Yang sedang liburan di Singapura, bisa langsung gesek pakai aplikasi, bayar e-Voa. Masuk ke Indonesia," kata Widodo Ekatjahjana.

Konstribusi Visa ke PNBP

Pendapatan negara bukan pajak (PNBP) Imigrasi 2022 menembus rekor. Salah satunya dari sektor visa kunjungan, yaitu pada Oktober 2022 sebesar Rp 500 miliar dan total Rp 3,5 triliun sepanjang Januari-30 Oktober 2022.

PNPB Januari-Oktober 2022 tepatnya Rp 3.504.750.787.551 dari target Rp 2 triliun. Dari jumlah itu, pendapatan terbesar dari visa, yaitu sebesar Rp 1,5 triliun dan pembuatan paspor sebesar Rp 1 triliun.

"Kita dorong terus berbagai kebijakan dan fasilitas keimigrasian seperti Immigration on Shipping (IoS), VoA on shipping dan E-voA," beber Widodo Ekatjahjana.

(asp/isa)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT