Munas Alim Ulama NU Batal Dibuka Presiden SBY

Munas Alim Ulama NU Batal Dibuka Presiden SBY

- detikNews
Rabu, 19 Jul 2006 14:10 WIB
Surabaya - Munas Alim Ulama dan Kongres Besar NU 28 Juli 2006 di GOR Kertajaya, Surabaya, batal dibuka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Sebagai gantinya, Wakil Presiden Jusuf Kalla yang akan membukanya. Kepastian tersebut disampaikan Wakil Sekjen PBNU Taufiq Abdullah saat konferensi pers di kantor PWNU Jatim, Jl. Raya Darmo, Surabaya, Rabu (19/7/2006). "Sudah dapat konfirmasi bahwa RI 2 (Wapres) yang datang membuka. Jangan tanya ke saya kenapa presiden tidak bisa," kata dia. Sebelumnya, dalam daftar acara disebutkan bahwa SBY yang akan membuka acara tersebut. Sejumlah menteri, antara lain Menko Kesra Aburizal Bakri dan Menteri Pertanian Anton Apriantono juga akan hadir di acara ini. Acara ini akan berlangsung di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya hingga 30 Juli. Menurut Taufiq, yang juga sekretaris tim materi Konbes, nantinya dalam bahasan rekomendasi atau tausiyah, tidak akan disinggung konflik dualisme PKB. "Tidak ada pembahasan tentang partai politik. Tapi juga tidak benar jika lepas sama sekali pada persoalan politik. Hanya kita politik substansial, bukan praktis," tegas dia. Ia juga menyatakan bahwa sikap NU sudah jelas untuk tidak berpolitik sesuai dengan khitah NU 1926. "Makanya nanti juga dibahas soal organisasi internal NU," katanya.Pada pembahasan keorganisasian, kata Taufiq, ada beberapa yang harus ditegaskan. Terutama mengenai rangkap jabatan. "Saat ini larangan di NU untuk rangkap jabatan masih belum efektif," ujar dia. Pelarangan jabatan ini berlaku untuk pengurus harian. Mereka dilarang merangkap jabatan di internal NU sendiri maupun di partai politik. (asy/)


Berita Terkait