PKB Minta Heru Budi Juga Kerahkan Drone di Pinggir Kali

ADVERTISEMENT

PKB Minta Heru Budi Juga Kerahkan Drone di Pinggir Kali

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Senin, 07 Nov 2022 07:20 WIB
Pemprov DKI Jakarta akan melakukan relokasi warga yang tinggal di bantaran Kali Ciliwung. Mereka akan ditempatkan ke Rusunawa Pasar Rumput.
Ilustrasi (Foto: Rifkianto Nugroho)
Jakarta -

Fraksi PKB DPRD DKI Jakarta berharap warga Ibu Kota tidak membuang sampah sembarangan setelah adanya drone pemantau. PKB menilai masyarakat perlu disanksi dan diberi denda agar tertib terkait isu sampah.

"Masyarakat kita harus tertib, masyarakat kita ini belum bisa kalau nggak dipaksa gitu. Ini kebijakan, kalau PKB bukan hanya pake drone, bikin perda dulu bagaimana supaya dalam artian lebih ketat, pengetatan lagi dan sanksinya jangan hanya berapa, karena tertib ini perlu, tertibnya yang kurang di masyarakat kita," kata Ketua Fraksi PKB/PPP DRPD DKI Jakarta, Hasbiallah Ilyas, kepada wartawan, Minggu (6/11/2022).

Hasbiallah menyebut salah satu faktor banjir adalah buang sampah sebarangan. Dia menyebut masyarakat masih membuang sampah ke sungai.

"Bahkan ada kita temukan daerah mana pada waktu itu, di bawah jembatan itu ada kasur yang dibuang, kasur gede, ada kulkas gitu, dibuang di bawah jembatan itu, yang ketutup, pas dikeruk baru kelihatan," imbuhnya.

Banjir di Jakarta Timur, menurut Hasbiallah kerap kali terjadi. Dia menyoroti pengerukan yang minim dilakukan dalam 5 tahun terakhir.

"Kenapa di Jakarta Timur banjir, hujan sebentar saja sejam, dua jam sudah banjir? Karena lima tahun ini nggak ada pengerukan, nggak ada pengerukan selama 5 tahun, baru ini ada Gubernur selama 5 tahun tidak ada pengerukan di DKI Jakarta dan sangat minim," jelasnya.

Anggota DPRD DKI Jakarta fraksi PKB-PPP Hasbiallah IlyasAnggota DPRD DKI Jakarta fraksi PKB-PPP Hasbiallah Ilyas Foto: Dok. DPRD DKI

Soroti PPSU

Terkait isu sampah ini, Hasbiallah lantas menyinggung soal penanganan prasarana dan sarana umum (PPSU). Dia menilai pada era gubernur sebelumnya petugas PPSU tidak berjalan. Diketahui, sebelumnya Gubernur DKI Jakarta dijabat oleh Anies Baswedan.

"Sekarang cek ada di bawah, PPSU jalan nggak di bawah kemarin-kemarin, banyak duit rakyat yang terbuang dipakai untuk gaji. Cek juga, banyak yang fiktif atau tidak. Yang 5 tahun lalu Gubernur sebelum Pj ini lah, mungkin mau era (siapa) saya bicara, kita bicara apa adanya," sebut Hasbiallah.

Usul Kerahkan Drone di Pinggir Kali

Hasbiallah lantas mengusulkan agar drone pemantau pembuang sampah sembarangan ini dikerahkan di pinggir kali. Dia menyebut sampah di kali adalah salah satu faktor utama terjadinya banjir.

"Memang Pj ini harus bekerja maksimal terutama banjir, penyebab banjir bukan hanya (sampah) di jalan protokol seharusnya, tiap-tiap kali itu pasang drone. Fokus jangan hanya di jalan protokol, jalan protokol nggak banjir kok. Di perkampungan di wilayah-wilayah banjir Pj harusnya pasang drone," sebutnya.

Gerindra Nilai PSSU Berkontribusi

Sementara itu, Gerindra DKI Jakarta menanggapi kinerja PPSU yang dinilai Hasbiallah tidak kelihatan. Gerindra menyebut PPSU cukup membantu dalam penanganan sampah di Ibu Kota.

"PPSU jelas kok kerjanya dan cukup membantu, tetapi kan kalau suruh manteng seharian di tempat pembuangan sampah misalnya rasanya kasihan dan tidak mungkin ya kan. Secara logika saja mana ada yang sanggup seharian di situ kan," kata Ketua Fraksi Gerindra DKI Jakarta Rani Mauliani kepada wartawan saat dihubungi terpisah.

Menurut Rani, petugas PPSU belum efektif dalam melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap pembuangan sampah. Dia menyebut ranah OTT itu ada pada program drone pemantau.

"Jadi PPSU jelas sudah bekerja sesuai tupoksinya. Tapi kalau untuk meng-OTT pelaku pembuangan memang belum efektif, sesuai kapasitasnya aja kan ya," tuturnya.

Simak juga video 'Heru Budi: Pemuda Indonesia Masih Hadapi Ancaman Jadi Pengangguran':

[Gambas:Video 20detik]



Simak selengkapnya pada halaman berikut.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT