2 Tahun Absen, Anggaran Perbaikan RPTRA Muncul Lagi di 2023

ADVERTISEMENT

2 Tahun Absen, Anggaran Perbaikan RPTRA Muncul Lagi di 2023

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Minggu, 06 Nov 2022 18:01 WIB
RPTRA Manggis, Palmerah (Mulia/detikcom)
RPTRA Manggis, Palmerah (Mulia/detikcom)
Jakarta -

Pemprov DKI Jakarta mengalokasikan anggaran untuk pengelolaan serta perbaikan sarana prasarana RPTRA di setiap kelurahan. Nantinya, program perbaikan akan berjalan mulai 2023.

Kepala Dinas Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DPPAPP)DKI Jakarta Tuty Kusumawati mengakui sejak 2021 anggaran perbaikan sarpras belum tersedia karena diprioritaskan untuk penanganan COVID-19. Karena itu, pihaknya kini memasukkan anggaran RPTRA dalam RKPD 2023.

"Penganggaran pengelolaan RPTRA, perbaikan sarpras pada tahun 2021 belum tersedia mengingat penganggaran tahun 2021 diprioritaskan untuk penanganan COVID-19. Namun pada tahun 2022 sudah dianggarkan untuk pelaksanaan di tahun 2023. Hal ini sudah dirapatkan pada tanggal 19 April 2022 dengan Bappeda bidang Pemerintahan terkait kegiatan Kecamatan dan Kelurahan untuk menyusun RKPD Tahun 2023," kata Tuty melalui keterangan tertulis, Minggu (6/11/2022).

Tuty menjelaskan, merujuk Pergub Nomor 123 tahun 2017 pada Bab I Ketentuan Umum Pasal 1 Nomor 35, Pengelolaan RPTRA adalah kegiatan pemeliharaan, perawatan Kawasan RPTRA yang meliputi pemasangan dan pembayaran TALI, pemeliharaan Sarana dan Prasarana, ATK dan Operasional perkantoran, pengamanan, kebersihan serta jasa pengelola dan terkait Kewenangan Penganggaran pengelolaan RPTRA tersebut sesuai pasal 15 ayat (2) dianggarkan melalui Kelurahan.

"Hal ini diperkuat dengan adanya Keputusan Gubernur tentang Penunjukan Lurah sebagai Kuasa Pengguna Barang Milik Daerah berupa Bangunan dan Fasilitas lainnya pada RPTRA (SK Pengguna)," ujarnya.

Berdasarkan data rekapitulasi laporan bulanan pengelola RPTRA per September 2022, dari 1.741 sarpras yang dimanfaatkan pengunjung RPTRA, sebanyak 265 barang dalam kondisi rusak atau 15,39%. Sementara sisanya dalam kondisi baik. Berikut rincian datanya:

1. Ayunan: 591
- kondisi baik: 500
- kondisi rusak/mati: 91

2. Perosotan: 360
- kondisi baik: 305
- kondisi rusak/mati: 55

3. Jungkat jungkit: 338
- kondisi baik: 295
- kondisi rusak/mati: 43

4. Bola dunia: 38
- kondisi baik: 32
- kondisi rusak/mati: 6

5. Mangkok putar: 24
- kondisi baik: 18
- kondisi rusak/mati: 6

6. Playground: 225
- kondisi baik: 215
- kondisi rusak/mati: 40

Lihat juga Video: Berita Terpopuler: Tragedi Itaewon, Sambo Cs Minta Maaf ke Ortu Yosua

[Gambas:Video 20detik]




(taa/imk)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT