Saling Serang PBNU Vs PA 212 soal Politik Identitas

ADVERTISEMENT

Saling Serang PBNU Vs PA 212 soal Politik Identitas

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 06 Nov 2022 08:22 WIB
Massa demonstran aksi 411 mulai bergerak dari Masjid Istiqlal menuju Patung Kuda (M Hanafi Aryan/detikcom)
Massa demonstran aksi 411 mulai bergerak dari Masjid Istiqlal menuju Patung Kuda. (M Hanafi Aryan/detikcom)
Jakarta -

Saling serang terkait politik identitas terjadi antara Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan PA 212. Hal ini bermula saat PBNU mengimbau seluruh pihak menghentikan upaya menggunakan agama demi kepentingan politik sesaat.

Pernyataan itu disampaikan PBNU guna menyikapi Aksi 411 kemarin dan rencana Reuni 212. Wasekjen PBNU Rahmat Hidayat Pulungan mengatakan menggunakan agama demi kepentingan politik sesaat tidak memiliki manfaat. Menurutnya, hal itu hanya akan merugikan Indonesia sebagai bangsa dan negara.

"Untuk semua pihak yang terlibat langsung maupun tidak langsung, kita minta untuk menghentikan semua gerakan yang memecah belah kesatuan bangsa. Kedepankan politik gagasan, setop politik identitas," kata Wasekjen PBNU Rahmat Hidayat Pulungan dalam keterangannya, Sabtu (5/11/2022).

Menurut Rahmat Hidayat, politik identitas adalah aksi pembodohan kepada masyarakat. Merawat dendam hanya membuat bangsa ini kehilangan energi positifnya.

"Kita perlu persatuan. Kebersamaan akan membuat kita kuat sebagai bangsa," katanya.

Rahmat mengatakan bangsa yang besar akan mewarisi nilai-nilai kebaikan untuk generasi mudanya, bukan menanamkan energi negatif. Politik identitas adalah kejahatan politik yang pada akhirnya menjadi kejahatan kemanusiaan.

"Kita sebagai umat Islam harus ingat kaidah ushul fiqih yang selalu digunakan para ulama terdahulu kita yang telah bersusah payah membangun republik ini. Dar'ul mafasid, muqoddamun ala jalbi al masalih, bahwa 'Mencegah kerusakan lebih utama daripada mendatangkan kemaslahatan'," ujarnya.

Rahmat meminta semua pihak dewasa dalam menyikapi dinamika sosial yang terjadi. "Politik identitas fakta sejarahnya hanya memecah belah bangsa dan rakyat, maka mencegahnya adalah keharusan bagi kita semua," tuturnya.

Tanggapan PA 212. Simak halaman selanjutnya.

Lihat juga Video: Massa Aksi 411 Bubar, Lalin di Sekitar Istana Kembali Dibuka

[Gambas:Video 20detik]






ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT