Bupati Jayapura: Papua adalah Rumah untuk Kedamaian

ADVERTISEMENT

Bupati Jayapura: Papua adalah Rumah untuk Kedamaian

Inkana Putri - detikNews
Sabtu, 05 Nov 2022 18:45 WIB
Ilustrasi Persatuan
Foto: Kominfo
Jakarta -

Bupati Jayapura Mathius Awoitauw menghadiri acara pembukaan Kongres Masyarakat Adat Nusantara (KMAN) VI Tahun 2022 di Stadion Barnabas Youwe Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua Oktober silam.

Sebanyak 250 siswa di Jayapura menampilkan tarian kolosal yang merepresentasikan aktivitas keberagaman kehidupan sehari-hari masyarakat Papua, seperti memangkur sagu, berkebun, mendayung perahu dan merajut noken.

Mathius mengatakan sebanyak 2.500 anggota masyarakat adat dari berbagai daerah di Indonesia juga menghadiri KMAN VI. Acara ini juga melibatkan seluruh masyarakat adat Nusantara dari Sabang sampai Merauke.

Dalam kesempatan tersebut, Mathius mendorong seluruh elemen untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga keamanan selama KMAN VI berlangsung. Papua adalah rumah untuk kedamaian dan siapa pun yang datang ke sini. Saudara-saudara masyarakat adat nusantara dari komunitas adat dari Aceh, Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan seterusnya berkumpul dengan keberagaman yang kita miliki untuk persatuan dan kesatuan Indonesia," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (5/11/2022).

Di waktu bersamaan, Festival Danau Sentani juga tengah digelar. Festival ini menyuguhkan keindahan alam, seni dan tradisi Papua yang tetap dijaga turun temurun. Tak hanya itu, festival ini juga menampilkan banyak akulturasi dan perpaduan kebudayaan di Papua.

Mathius menyampaikan festival yang sudah ada sejak tahun 2007 ini menjadi festival tahunan yang banyak diikuti oleh turis lokal maupun mancanegara. Festival ini juga menjadi bukti pemeliharaan persatuan dan kesatuan di antara sesama suku, ras, agama. Ia menyebut nasionalisme yang kental terjalin di antara sesama menghadirkan sukacita di antara ratusan suku yang ada di Papua.

"Saya yakin bahwa masa depan dunia dan bangsa kita itu ada dalam keunikan-keunikan dan kearifan lokal masyarakat di kampung-kampung dan berbagai kearifan lokal masyarakat setempat," kata Mathius.

Menurutnya, keberagaman, persatuan dan pembangunan adalah sinergi yang tidak dapat dipisahkan. Bahkan, semakin kuat persatuan di tengah perbedaan yang ada, semakin cepat pula pembangunan dan kesejahteraan tercapai.

Terkait kesejahteraan masyarakat Papua, Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin mengatakan kerja sama antara pihak terkait dalam proses percepatan pembangunan Papua sangat dibutuhkan. Menurutnya, hal ini dapat membantu perwujudan percepatan pembangunan kesejahteraan Papua, yakni masyarakat Orang Asli Papua (OAP). Ia menilai berbagai kebijakan tak bisa hanya melibatkan para tetua adat ataupun pemangku jabatan semata.

"Saya meyakini percepatan pembangunan Papua akan segera terwujud, karena tokoh adat dan seluruh elemen lokal, Orang Asli Papua (OAP) siap untuk bahu-membahu dan berpartisipasi aktif membangun Tanah Papua," ujar Ma'ruf.

Hal ini ia sampaikan secara virtual melalui sambutannya di acara Deklarasi Papua Damai yang diselenggarakan Lembaga Masyarakat Adat Papua Juni lalu.

Ma'ruf juga menyampaikan upaya menggelorakan perdamaian dan semangat persatuan di Tanah Papua sejalan dengan komitmen pemerintah melalui berbagai regulasi dan kebijakan afirmatif yang diberikan. Ia mengatakan persatuan di Papua akan semakin mendukung usaha pemerintah untuk melakukan percepatan pembangunan di Papua dan Papua Barat.

Ia menilai dengan semakin bersatunya berbagai elemen di Papua maka semakin cepat pula pembangunan terwujud yang berdampak kepada kesejahteraan seluruh masyarakatnya sesuai dengan nilai filosofi 'Torang Bersatu Torang Sejahtera'.

(fhs/ega)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT