7 Guru Besar Unhas Mundur, Ini 7 Hal yang Diketahui

ADVERTISEMENT

7 Guru Besar Unhas Mundur, Ini 7 Hal yang Diketahui

Kanya Anindita Mutiarasari - detikNews
Sabtu, 05 Nov 2022 13:15 WIB
Ada tujuh guru besar Unhas yang mundur dari jabatannya. Hal ini menimbulkan tanda tanya besar soal penyebab dari mundurnya tujuh orang profesor di Unhas itu.
Universitas Hasanuddin, Makassar (Foto: Taufik-detikcom)
Jakarta -

Ada tujuh guru besar Unhas yang mundur dari jabatannya. Hal ini menimbulkan tanda tanya besar soal penyebab dari mundurnya tujuh orang profesor di Universitas Hasanuddin (Unhas) tersebut.

Simak informasi selengkapnya berikut ini.

Penyebab Guru Besar Unhas Mundur

Dikutip detikSulsel, sebanyak tujuh orang guru besar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin (FEB Unhas) Makassar mengundurkan diri. Alasannya karena mereka mendapat intervensi dari Dekan FEB terkait nilai seorang mahasiswa di Program Studi (Prodi) Doktor (S3) Manajemen.

Pengakuan itu disampaikan melalui surat pengunduran diri. Beberapa guru besar merincikan alasannya sehingga memutuskan untuk berhenti melakukan kegiatan belajar mengajar di prodi tersebut.

"Dekan telah melakukan intervensi upaya perubahan nilai mata kuliah Riset SDM untuk meluluskan mahasiswa S3, di mana mahasiswa tersebut tidak layak diluluskan," bunyi surat pengunduran diri Prof Dr Idayanti Nusyamsi, SE, MSi, salah satu guru besar yang mengundurkan diri.

Ada tujuh guru besar Unhas yang mundur dari jabatannya. Hal ini menimbulkan tanda tanya besar soal penyebab dari mundurnya tujuh orang profesor di Unhas itu.Ada tujuh guru besar Unhas yang mundur dari jabatannya. Hal ini menimbulkan tanda tanya besar soal penyebab dari mundurnya tujuh orang profesor di Unhas itu. (Foto: Taufik-detikcom)

Daftar Nama 7 Guru Besar Unhas yang Mengundurkan Diri

Adanya intervensi soal nilai mahasiswa S3 Manajemen menjadi salah satu alasan pengunduran diri tujuh guru besar FEB Unhas. Adapun nama-nama dari tujuh profesor tersebut adalah sebagai berikut.

  1. Prof Muhammad Idrus Taba, SE., M.Si,
  2. Prof Dr Idayanti Nusyamsi, SE, MSi
  3. Prof Dr Siti Haerani, SE, MSi
  4. Prof Dr Cevi Pahlevi, SE, MSi
  5. Prof Dr Haris Maupa, SE, MSi
  6. Prof Dr Muhammad Asdar, SE, MSi
  7. Prof Dr Mahlia Muis, SE, MSi, CIPM.

Salah Satu Guru Besar Unhas Ngaku Diancam

Salah satu dari tujuh orang guru besar Unhas mengaku mendapatkan ancaman dari Dekan FEB Unhas. Prof Dr Idayanti Nusyamsi, SE, MSi, mengatakan dirinya diancam hingga dihukum dengan tidak dilibatkan dalam sistem pengajaran selama dua semester.

"Adanya ancaman Dekan kepada saya pada saat rapat dan adanya hukuman yang telah dilakukan oleh Dekan dengan tidak melibatkan saya pada kegiatan pengajaran selama 2 semester berturut-turut hingga saat ini. Hal tersebut merupakan tindakan sewenang-wenang, tidak mengacu pada peraturan, bertindak tidak adil, mengabaikan kompetensi dan kualifikasi, melakukan perilaku tidak etis penyebaran berita negative," kata Idayanti, dikutip detikcom, Sabtu (5/11/2022).

Rektor Unhas Jelaskan Kewenangan Dekan

Rektor Universitas Hasanuddin Jamaluddin Jompa menjelaskan persoalan tujuh guru besar FEB yang mengundurkan diri. Salah satunya terkait kewenangan dekan.

"Dekan memiliki kewenangan untuk tidak (memberikan dosen) mengajar sekalipun. Itu haknya dekan. Karena dia dipilih oleh masyarakatnya, ditetapkan oleh rektor," kata Jamaluddin, dikutip detikcom, Sabtu (5/11/2022).

Dia menegaskan hak tersebut tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Dekan harus mempunyai dasar dan bisa mempertanggungjawabkannya.

"Dekan juga harus mempertanggungjawabkan itu. Kenapa dia tidak memberi lagi tugas (mengajar) kepada yang bersangkutan," tegas Jamaluddin.

"Kalau di dalamnya dia gak senang misalnya karena dianggap tidak perfom itu haknya dekan. Tentu kita bisa klarifikasi. Yang bersangkutan (dosen) juga berhak untuk meminta klarifikasi kenapa," tambahnya.

Pembentukan Tim Verifikasi Soal 7 Guru Besar Unhas Mundur

Persoalan tujuh guru besar FEB Unhas yang mengundurkan diri membuat Rektor Unhas Prof Jamaluddin Jompa membentuk tim khusus. Tujuannya agar perbaikan ke depan dan tidak memunculkan spekulasi publik.

"Untuk secara internal saja kami dalami. Semacam tim verifikasi permasalahan yang terjadi. Agar lebih jelas untuk perbaikan ke depan," kata Jamaluddin, dikutip detikcom, Sabtu (5/11/2022).

Mahasiswa S3 yang Bersangkutan Mengundurkan Diri

Mahasiswa S3 FEB Unhas yang bersangkutan dengan kasus tersebut sudah mengundurkan diri. Pengunduran diri itu dilakukan pada tahun lalu.

"Sesungguhnya apa yang terjadi adalah yang bersangkutan tetap tidak lulus. Jadi sebenarnya yang dipersoalkan (intervensi nilai) juga tetap tidak lulus kan. Sehingga yang bersangkutan mundur berhenti jadi mahasiswa," kata Jamaluddin Jompa, Rektor Universitas Hasanuddin, dikutip detikcom, Sabtu (5/11/2022).

Jamaluddin mengaku tidak mengetahui siapa mahasiswa yang dimaksud. Ia belum mendalaminya karena bukan menjadi masalah utama.

"Malah saya tidak sempat dalami. Ini mahasiswa sebenarnya istilahnya pintu masuk untuk berkoar-koar. Bukan itu masalah utamanya. Sehingga saya tidak mau menyinggung masalah mahasiswa ini," ungkap Jamaluddin.

Status 7 Guru Besar Unhas yang Mengundurkan Diri

Jamaluddin Jompa selaku Rektor Universitas Hasanuddin menjelaskan jika tujuh guru besar Unhas yang mundur itu masih berstatus sebagai dosen Unhas. Pengunduran diri hanya dalam aktivitas mengajar di Prodi S3 Manajamen di fakultas FEB.

"Saya sudah pertemukan kemarin. Dan mereka juga tidak menyatakan mundur jadi dosen. Hanya mundur untuk mengajar. Itu juga saya sampaikan bahwa tidak ada istilah untuk mengundurkan diri mengajar karena itu penugasan," kata Jamaluddin.

Simak juga 'Fakta-fakta Rektor Unila Tersangka Suap Penerimaan Maba':

[Gambas:Video 20detik]



(kny/dnu)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT