Sopir Dipalak Saat Bongkar Muat di Pasar Angke, 2 Pelaku Langsung Diciduk

ADVERTISEMENT

Sopir Dipalak Saat Bongkar Muat di Pasar Angke, 2 Pelaku Langsung Diciduk

Adrial Akbar - detikNews
Kamis, 03 Nov 2022 12:51 WIB
Dua pelaku pemalakan di Pasar Angke, Tambora, Jakbar, ditangkap polisi.
Dua pelaku pemalakan di Pasar Angke, Tambora, Jakbar, ditangkap polisi. (Foto: dok. Polisi)
Jakarta -

Para sopir hingga pedagang dibuat resah oleh adanya pemalakan modus parkir liar di Pasar Angke, Tambora, Jakarta Barat. Polisi bergerak menindaklanjuti keresahan warga tersebut dan berhasil menangkap dua orang pelaku.

Kapolsek Tambora Kompol Putra Pratama mengatakan pemalakan terjadi pada Kamis (3/11/2022), pukul 01.43 WIB, di depan Pasar Buah Angke, Jl Stasiun Angke, Kelurahan Jembatan Lama, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat. Korban SU (34), sopir truk, baru selesai melakukan bongkar muatan di Pasar Angke.

"Korban membawa muatannya dari Bekasi menuju Pasar Buah Angke. Pada saat akan kembali membawa mobilnya, korban dihentikan oleh kedua pelaku dan memaksa untuk meminta uang," kata Putra dalam keterangannya kepada wartawan, Kamis (3/11/2022).

Kedua pelaku, DH alias Dedi (47) dan SG alias Gugun (22), memeras korban dengan dalih 'uang parkir'. Awalnya, korban memberikan Rp 5.000, tetapi kedua pelaku menolak karena dianggap kurang.

"Pada saat korban akan meninggalkan Pasar Buah Angke, korban diperas oleh para pelaku dengan cara memaksa meminta sejumlah uang. Setelah selesai bongkar buah, korban hendak meninggalkan lokasi, didatangi pelaku DH alias Dedi (47) dan memaksa meminta uang. Korban kemudian memberikan uang Rp 5.000 kepada DH alias Dedi (47), tapi pelaku menolak karena merasa kurang. Karena takut, korban kemudian memberikan uang sebesar Rp 25 ribu," jelas Putra.

Kapolsek Tambora Kompol Putra PratamaKapolsek Tambora Kompol Putra Pratama (Foto: dok. Istimewa)

Tak cukup sampai di situ, 15 meter dari lokasi pertama, pelaku lain berinisial SG alias Gugun datang dan kembali meminta uang kepada korban. Korban memberikan Rp 5.000, tetapi ditolak pelaku.

"Korban terpaksa memberikan uang Rp 10 ribu, baru diterima oleh pelaku SG alias Gugun (22)," imbuhnya.

Merasa dirugikan, korban SU melapor ke Polsek Tambora. Panit Buser Polsek Tambora Iptu I Gusti Ngurah Astawa langsung menuju TKP dan berhasil menangkap kedua pelaku yang masih berada di sekitar TKP.

Kedua pelaku dibawa ke Polsek Tambora dan ditahan untuk 60 hari ke depan. Dari kedua pelaku, polisi menyita uang senilai total Rp 93 ribu.

Putra menegaskan pihaknya tidak akan membiarkan aksi premanisme terjadi di wilayah hukum Polsek Tambora. Ia juga menegaskan akan memproses hukum kedua pelaku.

"Banyak masyarakat kecil yang menjadi korban kejadian serupa seperti ini sehingga Polsek Tambora tidak melakukan pembinaan kepada para pelaku, kami akan tegas dengan melakukan penegakan hukum," tegas Putra.

Akibat perbuatannya itu, kedua pelaku dijerat dengan Pasal 368 (1) KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama 9 tahun. Lebih lanjut Putra mengatakan masyarakat yang memerlukan bantuan bisa datang ke Polsek Tambora atau menghubungi Kapolsek langsung di nomor ponsel 0817-1717-8687.

(mea/fjp)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT