Ketua DPRD DKI Cecar JakPro soal Formula E: Sudah Bayar Rp 20 M ke Ancol?

ADVERTISEMENT

Ketua DPRD DKI Cecar JakPro soal Formula E: Sudah Bayar Rp 20 M ke Ancol?

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Rabu, 02 Nov 2022 19:17 WIB
Dalam foto yang dipotret pada tanggal 25 Mei 2022, terlihat sejumlah pekerja beraktivitas di area Sirkuit Formula E, Jakarta.
Sirkuit Formula E (Pradita Utama/detikcom)
Jakarta -

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi mencecar Direktur Utama JakPro Widi Amanasto. Prasetyo mempertanyakan apakah perusahaan JakPro telah membayar utang kepada PT Pembangunan Jaya Ancol terkait Formula E.

Pertanyaan itu dilontarkan oleh Prasetyo saat memimpin papat pembahasan rancangan KUA-PPAS APBD 2023 pada Rabu (2/11/2022). Awalnya, Prasetyo menanyakan hal serupa kepada Direktur Utama Ancol Winarto.

"Saya mau tanya dulu nih. Mana Ancol? Utangnya (JakPro) udah dibayar belum sama Ancol waktu Formula E?" kata Prasetyo.

"Jadi kami sedang...," jawab Winarto.

"Pertanyaannya udah dibayar atau belum?" tanya Prasetyo lagi.

"Belum," balas Winarto.

Prasetyo tidak menjelaskan lebih rinci utang apa yang dimaksud. Namun diketahui Ancol memang bekerja sama dengan JakPro terkait penyediaan lahan sirkuit Formula E.

Kembali ke Prasetyo, kali ini dia mencecar Dirut JakPro Widi Amanasto perihal utang Rp 20 miliar terkait gelaran Formula E. Widi pun menjelaskan kerja sama dengan Ancol ialah menyewa lahan sirkuit selama 3 musim balapan.

"Pertanyaan awal saya, apakah Bapak sudah bayar kepada Ancol Rp 20 miliar? Apakah Formula E untung atau tidak? Tolong jawab," cecar Prasetyo.

"Jadi Formula E ini untuk sewa lahan sirkuit dengan Ancol 3 tahun periodenya. Di sini sewa sirkuit untuk tanah lahan digunakan 4 bulan tahun pertama. Lalu, 1 bulan untuk tahun kedua dan 1 bulan tahun ketiga," terang Widi.

Kemudian, Widi juga menyampaikan sirkuit Formula E dimiliki oleh JakPro dan Ancol. Sejauh ini, kedua perusahaan tengah menggodok perjanjian kerja sama (PKS) terkait sirkuit Formula E.

"Namun sirkuitnya nanti menjadi milik bersama antara kita dan Ancol," ujar Widi.

"Maksudnya dalam Ancol itu ada punya JakPro?" tanya Prasetyo.

"Jakpro dan Ancol, Pak, karena kerja sama. Kan ada kerja samanya," jawab Widi.

"Yang sekarang dibahas dengan Ancol untuk PKS-nya. Karena nanti mungkin kita akan... nanti transfer pihak Ancol setelah dihitung-hitung nilai ekonomisnya," tambah dia.

Prasetyo lantas menekankan sejatinya Formula E dilaksanakan di tengah kota. Menurutnya, konsep inilah yang digadang-gadang gubernur sebelumnya, Anies Baswedan, pada beberapa tahun silam.

"Yang namanya Formula E saya kebetulan dewan pembina IMI. Yang namanya Formula E, itu adalah mobil listrik. Itu diadakannya bukan di sirkuit Ancol, adanya di tengah kota," tegasnya.

"Pada saat pertama kali Pak Anies presentasi namanya Formula E, itu kalau nggak salah dari Monas sampai Arya Duta atau dari Monas masuk HI dikasih handycam," lanjutnya.

Namun kenyataannya, kata dia, yang terjadi adalah pemotongan pepohonan di kawasan Monumen Nasional.

"Karena cuman 4,2 kilo atau 3,7 kilo. Saya tahu itu. Tapi apa yang terjadi? Terjadilah pemotongan-pemotongan pohon di Monas. Terjadilah plaza depan BUMN," imbuhnya.

Simak juga 'Pesta Rakyat 30 Tahun Berkarya DEWA 19 di JIS Ditunda':

[Gambas:Video 20detik]



(dwia/idn)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT