Komnas HAM soal Kanjuruhan: Match Commissioner Tak tahu Gas Air Mata Dilarang!

ADVERTISEMENT

Komnas HAM soal Kanjuruhan: Match Commissioner Tak tahu Gas Air Mata Dilarang!

Adrial Akbar - detikNews
Rabu, 02 Nov 2022 15:22 WIB
Beka Ulung Hapsara
Beka Ulung Hapsara (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengumumkan kesimpulan dari hasil penyelidikan tragedi Kanjuruhan. Dari penyelidikannya, Komnas HAM mengatakan pengawas pertandingan atau match commissioner tidak mengetahui bahwa penggunaan gas air mata dilarang dalam pengamanan pertandingan sepakbola.

"Match commissioner juga menyatakan tidak mengetahui bahwa penggunaan gas air mata itu dilarang, ini vital, dari pengakuan match commissioner ketika dimintai keterangan oleh Komnas HAM yang bersangkutan tidak mengetahui bahwa gas air mata itu dilarang," ujar Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara saat konpers di kantornya, Rabu (2/11/2022).

Beka mengatakan, saat pertandingan Arema Vs Persebaya di Kanjuruhan itu, petugas pengamanan yang diturunkan adalah anggota Brimob dengan kemampuan pasukan huru-hara. Penembakan gas air mata, kata Beka, juga sudah sesuai dengan Peraturan Kapolri 1/2009.

"Bahwa saat pertandingan, pasukan Brimob yang diturunkan dengan kemampuan PHH, pasukan huru-hara, yang membawa senjata gas air mata, penggunaan gas air mata mengacu pada Perkap Nomor 1 Tahun 2009 tentang penggunaan kekuatan dalam tugas Kepolisian Republik Indonesia," jelasnya.

Beka juga membenarkan gas air mata yang ditembakkan saat kejadian adalah gas air mata expired. Beka menyebut match commissioner juga mengetahui petugas membawa gas air mata.

"Adapun amunisi yang digunakan merupakan amunisi stok tahun 2019 dan telah expired atau kadaluwarsa, bahwa match commissioner mengetahui petugas membawa senjata gas air mata tapi tidak melaporkan hal ini," katanya.

(zap/fjp)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT