Australia Minta Gencatan Senjata di Libanon, Israel Menolak
Selasa, 18 Jul 2006 15:45 WIB
Canberra - Pemerintah Australia meminta Israel untuk melakukan gencatan senjata di Libanon supaya Australia bisa mengevakuasi warga negaranya dengan aman. Namun permintaan itu ditolak mentah-mentah oleh Israel.Demikian disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) Australia Alexander Downer seperti diberitakan kantor berita AFP, Selasa (18/7/2006).Dikatakan Downer, pemerintah Israel juga menolak memberikan jaminan keamanan bagi warga asing yang berusaha meninggalkan Libanon, yang terus-terusan dibombardir Israel beberapa hari belakangan ini."Kami telah menanyakan pemerintah Israel mengenai kemungkinan gencatan senjata sejenak supaya warga negara kita dan warga negara asing lainnya bisa keluar dari Libanon selatan," kata Downer kepada wartawan di Canberra."Pemerintah Israel sejauh ini menyatakan bahwa itu zona perang, sehingga mereka tidak akan menyetujui permintaan kita," tandas Downer.Pasukan Israel mulai membombardir sejumlah target di Libanon sejak pertengahan pekan lalu. Gempuran itu dilakukan sebagai balasan atas penangkapan dua tentara Israel oleh kelompok gerilyawan Hizbullah yang berbasis di Libanon.Pemerintah Australia sejauh ini telah mengevakuasi hampir 200 warganya dengan bus ke Suriah. Australia berencana menyewa kapal untuk membawa keluar ratusan warga lainnya dari Libanon. Canberra menyatakan, ada sekitar 25 ribu warga Australia yang tinggal di Libanon, meskipun sebagian besar diantaranya berkewarganegaraan ganda dan tidak punya rencana untuk meninggalkan Libanon.
(ita/)











































