Irjen Fadil Cerita Pengalamannya Tangani Kasus Jual Beli Hewan Langka

ADVERTISEMENT

Irjen Fadil Cerita Pengalamannya Tangani Kasus Jual Beli Hewan Langka

Wildan Noviansah - detikNews
Senin, 31 Okt 2022 20:15 WIB
Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran saat jumpa pers penangkapan terduga teroris di Jakarta dan Bekasi, Senin (29/3/2021)
Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil bercerita mengenai pengalamannya menangani kasus jual beli hewan langka. Hal tersebut terjadi saat dirinya masih menjabat Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri dan Direktur Reserse kriminal khusus (Dirkrimsus) Polda Metro Jaya.

Pengalamannya itu dibeberkan Fadil ketika memberikan sambutan dalam acara peresmian gedung unit K9 Polda Metro Jaya di kawasan Jakarta Barat.

"Saya ingin fasilitas ini tidak hanya jadi sekadar fasilitas K9. Saya ingin K9 ini jadi lab hidup yang tumbuh, menjadi sebuah ekosistem yang berguna untuk lingkungan sekitar," kata Fadil di lokasi, Senin (31/10/2022).

Fadil lanjut berbicara mengenai kasus jual beli hewan endemik Indonesia yang ditanganinya saat menduduki jabatan Dirtipidter Bareskrim Polri dan Dirkrimsus Polda Metro Jaya. Di antaranya orang utan hingga burung langka.

"Saya dulu Dirtipidter di Bareskrim Polri, Dirkrimsus di Polda Metro Jaya. Saya melihat bagaimana orang utan, hewan endemik kita itu, burung kita itu sampai kemudian komodo diperjualbelikan, ditangkap dengan cara disiksa," ujarnya.

Fadil mengatakan seharusnya rasa kemanusiaan tak hanya diterapkan kepada sesama manusia, tetapi juga kepada makhluk hidup lainnya. Dengan diresmikannya gedung tersebut, dia berharap bisa dijadikan tempat diskusi terkait kasus eksploitasi hewan.

"Jadi kalau ada kegiatan yang sifatnya mengeksploitasi hewan, kita juga bisa menggunakan tempat ini untuk diskusi mencari solusi, mengedukasi," kata dia.

"Bahkan mungkin nanti bagaimana supaya hewan ini bisa dikembalikan ke habitat aslinya kalau itu merupakan hewan yang dilindungi hewan endemik khas Indonesia," imbuhnya.

(isa/isa)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT