Bertemu Ulama dan Tokoh Agama Jateng, Kapolri Titip Jaga Persatuan

ADVERTISEMENT

Bertemu Ulama dan Tokoh Agama Jateng, Kapolri Titip Jaga Persatuan

Farih Maulana Sidik - detikNews
Senin, 31 Okt 2022 09:40 WIB
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersilaturahmi dengan beberapa ulama dan tokoh agama di Jawa Tengah.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersilaturahmi dengan beberapa ulama dan tokoh agama di Jawa Tengah. (Foto: dok. istimewa)
Jakarta -

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersilaturahmi dengan beberapa ulama, tokoh agama, dan pondok pesantren di Jawa Tengah (Jateng). Sigit menitipkan pesan ke para ulama agar tetap bersinergi dan membantu pemerintah, termasuk Polri dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Silaturahmi itu digelar pada Minggu, (30/10/2022). Dia mengatakan Indonesia kini tengah menghadapi tahun politik jelang Pemilu 2024, yang biasanya akan muncul polarisasi soal perbedaan pilihan dari masyarakat.

"Kita sepakat polarisasi harus ditiadakan meskipun kita berbeda pilihan, tidak harus kita bermusuhan. Karena pada tahun 2019 kita rasakan polarisasi di masyarakat dan sekarang ini kalau kita lihat di medsos itu masih ada dan harapan kita di 2024 itu jangan terjadi lagi," kata Sigit dalam keterangan tertulisnya, Senin (31/10/2022).

Sigit menitipkan pesan kepada para ulama untuk saling menjaga satu sama lain, agar terhindar dari hal-hal yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

"Saya titip kepada para ulama ketika rakyatnya menanyakan saya harus berbuat apa, yang harus dilakukan kalau terkait dengan media sosial sampaikan saja saring sebelum sharing. Kalau jelek dihapus, daripada dikirim menimbulkan masalah baru," ujar Sigit.

"Ini kita titip bisa dibantu hal-hal yang bisa memecah belah umat, bangsa. Maka tugas kita mengingatkan ke umat," sambung dia.

Mantan Kabareskrim Polri itu menyebut jika stabilitas kamtibmas, politik dan ekonomi Indonesia aman, damai dan kondusif. Maka tujuan atau visi dan misi nasional menuju Indonesia Emas 2045 serta menciptakan masyarakat maju dan sejahtera bisa terwujud.

Dalam kesempatan ini, Sigit juga menyampaikan bagaimana peran ulama yang bersinergi dengan pemerintah menjaga kondisi kamtibmas, politik dan ekonomi selama ini. Ia pun mencontohkan bagaimana keberhasilan Indonesia dalam penanganan pandemi Covid-19.

Saat itu, Sigit bercerita masih banyak masyarakat yang masih belum mau divaksin lantaran masih mempertanyakan kehalalan. Namun, kata dia, dengan langkah beberapa ulama mau divaksin membuat umat dan masyarakat juga ikut divaksin.

"Ahamdulillah akhirnya kita menjadi salah satu negara bisa cepat mengendalikan Covid-19 dan sampai saat ini kita negara lima terbesar di dunia untuk vaksinasi terbanyak. Itu adalah salah satu sinergitas yang sudah kita tunjukkan dan itu terbukti," ucapnya.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya:

Saksikan juga 'Kapolri: Stigma Negatif Terhadap Polri Itu Fakta, Kami Perbaiki!':

[Gambas:Video 20detik]





ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT