Cerita Pegawai BUMN Manfaatkan JKN untuk Berobat-Persalinan Istri

ADVERTISEMENT

Cerita Pegawai BUMN Manfaatkan JKN untuk Berobat-Persalinan Istri

Sukma Nur Fitriana - detikNews
Minggu, 30 Okt 2022 09:35 WIB
Peserta BPJS Kesehatan
Foto: Dok. BPJS Kesehatan
Jakarta -

Salah satu pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di sektor penyiaran publik di Yogyakarta, Dyan Parwanto merasakan kemudahan berobat untuk keluarganya menggunakan Program JKN. Menurutnya, program tersebut merupakan perlindungan yang lengkap untuk keluarga Indonesia.

Sejak tahun 2015, Dyan dan keluarganya sudah terdaftar sebagai peserta JKN aktif. Sebagai peserta aktif, ia tak perlu lagi mengkhawatirkan biaya perawatan jika tiba-tiba harus sakit dan perlu berobat. Apalagi ia menambahkan di masa pancaroba seperti ini, penyakit mudah menyerang tubuh karena perubahan cuaca yang tak menentu.

"Saat musim pancaroba seperti ini, biasanya kita lebih mudah sakit. Jika badan sudah mulai terasa tidak enak dan merasa gejala sakit, saya biasanya langsung periksa ke klinik atau Puskesmas. Tidak perlu ragu lagi untuk berobat karena semua sudah ditanggung BPJS Kesehatan," ujar Dyan dalam keterangan tertulis, Sabtu (30/10/2022).

Ia mengatakan dirinya sering menggunakan Program JKN setiap kali melakukan pemeriksaan kesehatan di puskesmas. Selain itu, ia juga merasakan manfaat program tersebut yang menanggung biaya persalinan untuk kedua anaknya.

"Istri saya juga terdaftar sebagai peserta Program JKN. Saya pikir, manfaat program ini sangat besar dan istri saya harus juga memperoleh kepastian jaminan kesehatan. Dua kali proses persalinan istri, saya sama sekali tidak mengeluarkan biaya lantaran semuanya sudah ditanggung penuh oleh BPJS Kesehatan. Persalinan pertama pada 2016 dan yang kedua pada tahun 2022 ini. Sungguh saya sangat terbantu karena memang semua gratis dan tidak mengeluarkan biaya lagi," ungkapnya.

Selain itu, Dyan juga mengaku tidak kesulitan untuk keperluan administrasi rujukan berjenjang. Ia mengatakan petugas di fasilitas kesehatan senantiasa melayani dengan optimal. Untuk diketahui, rujukan ke rumah sakit akan dilakukan apabila puskesmas tidak bisa menangani pasien. Dyan merasakan sendiri kemudahan rujukan tersebut dan mengaku pihak puskesmas memberikan informasi yang baik untuk dirinya.

Atas berbagai kemudahan dalam pelayanan kesehatan yang baik, pria dua anak tersebut mengaku tidak keberatan untuk pembayaran iuran setiap bulannya.

"Selain manfaat yang besar, sistem pembayarannya pun tidak memberatkan jika dibandingkan dengan manfaat yang diterima. Apalagi saya diurus oleh kantor, jadi semua lebih praktis karena iuran saya langsung dipotong dari gaji bulanan," tutur Dyan.

Simak juga 'Minta Tak Diskriminasi, BPJS Kesehatan Beberkan Inovasi Pelayanan Baru':

[Gambas:Video 20detik]



(akd/ega)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT