Kurangi Ketergantungan APBN, Kemenhub Tambah 4 Badan Layanan Umum

ADVERTISEMENT

Kurangi Ketergantungan APBN, Kemenhub Tambah 4 Badan Layanan Umum

Dea Duta Aulia - detikNews
Jumat, 28 Okt 2022 08:32 WIB
Kemenhub
Foto: Kemenhub
Jakarta -

Kementerian Perhubungan menambah empat satuan kerja Badan Layanan Umum (BLU) yang telah ditetapkan melalui Keputusan Menteri Keuangan. BLU sengaja dihadirkan untuk mengurangi ketergantungan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Penetapan empat satker BLU Kemenhub, ditandai dengan diserahkannya Keputusan Menkeu oleh Dirjen Perbendaharaan Kemenkeu kepada Kemenhub yang disaksikan langsung oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Jakarta, Kamis (27/10).

Menhub menjelaskan adapun keempat satker BLU tersebut yaitu Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor (BPLJSKB), Balai Pengujian Perkeretaapian, Politeknik Pelayaran Sumatera Barat, dan Politeknik Pelayaran Sulawesi Utara. Dengan begitu diharapkan mampu membantu memenuhi kebutuhan pendanaan di sektor transportasi, di tengah keterbatasan kemampuan APBN.

"Kinerja keuangan BLU semakin baik yang ditunjukkan oleh pertumbuhan pendapatan, dan tingkat ketergantungan terhadap pendanaan dari rupiah murni (APBN) yang semakin menurun," kata Budi Karya dalam keterangan tertulis, Jumat (28/10/2022).

Budi Karya mengusulkan kepada Kemenkeu untuk memberikan ruang lingkup yang lebih luas kepada satker BLU Kemenhub agar dapat mengelola lebih dari satu entitas atau layanan.

"Misalnya, satu BLU bisa melayani beberapa bidang usaha pelayanan sektor transportasi, sehingga jumlah BLU di Kemenhub tidak terlalu banyak dan lebih efisien," jelasnya.

Dengan bertambahnya empat satker BLU, kini Kemenhub memiliki total sebanyak 35 satker BLU. Dengan rincian, 25 BLU bidang pendidikan, 2 (dua) BLU bidang kesehatan, dan 8 (delapan) BLU terkait unit barang dan jasa.

Sementara itu, Dirjen Perbendaharaan Kemenkeu Hadiyanto mengungkapkan BLU memiliki peran yang sangat strategis. Menurutnya, BLU membantu meningkatkan kualitas pelayanan yang berorientasi kepada pelanggan/customer, sekaligus turut berkontribusi terhadap peningkatan penerimaan negara.

Adapun Kontribusi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) BLU rata-rata tumbuh sebesar 22,13% dalam 10 tahun terakhir. Pada tahun 2021, BLU telah berkontribusi menyumbang penerimaan negara sebesar Rp 126 trilun atau 27,88% dari PNBP nasional dengan nilai aset total BLU tahun 2021 sebesar Rp 1.160 triliun. Sampai dengan Triwulan III Tahun 2022 PNBP BLU mencapai Rp 67,35 triliun.

"Sampai dengan triwulan III 2022, jumlah BLU di Indonesia sebanyak 260 BLU. Dari tahun 2005 s.d 2022, jumlah BLU mengalami pertumbuhan rata-rata 22% setiap tahunnya," tutupnya.

(ega/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT