Da'i Bachtiar soal Reformasi Polri: Aspek Kultural Jadi Hambatan

ADVERTISEMENT

Da'i Bachtiar soal Reformasi Polri: Aspek Kultural Jadi Hambatan

Wildan Noviansah - detikNews
Kamis, 27 Okt 2022 13:29 WIB
Para Mantan Kapolri Turun Gunung Sambangi Mabes Polri (Wildan/detikcom)
Para mantan Kapolri turun gunung, menyambangi Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. (Wildan/detikcom)
Jakarta -

Kapolri periode 2001-2005 Jenderal (Purn) Da'i Bachtiar angkat bicara soal isu reformasi Polri di tengah rentetan isu yang terjadi. Dai mengatakan reformasi Polri sebetulnya sudah lama dilakukan.

"Reformasi sudah lama dilakukan ya, sejak berpisahnya TNI dan Polri. Dan saya tentu dari 2001 sampai 2005, saya sudah melakukan reformasi seperti itu," kata Da'i di Mabes Polri, Kamis (27/10/2022).

Namun Da'i Bachtiar menyebut yang perlu menjadi perhatian adalah aspek kultural. Dalam hal ini, bukan hanya mengacu pada anggota kepolisan, tapi juga masyarakat luas.

"Tapi memang reformasi yang perlu waktu adalah aspek kultural. Ini kebetulan bukan hanya karena beberapa polisinya, tapi tergantung lingkungannya. Lingkungannya siapa? masyarakat itu sendiri," ujarnya.

Da'i menuturkan masyarakat dalam hal ini juga mempengaruhi perubahan kultural instansi kepolisian di Indonesia. Dengan demikian, lanjut dia, hal tersebut menjadi tantangan ketika akan dilakukan reformasi Polri.

"Jadi perubahan kultural di polisi juga dipengaruhi oleh perubahan pada masyarakat itu sendiri. Itu yang dirasakan menjadi beban kita semua," tutur Da'i Bachtiar.

Janji Kapolri soal Reformasi

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan akan terus melakukan reformasi di Polri. Dia mengatakan pembenahan akan dilakukan secara menyeluruh.

"Kami akan terus melakukan evaluasi dan pembenahan internal sebagai bagian dari reformasi keseluruhan, reformasi instrumental, dan utamanya reformasi kultural Polri dengan semangat dan sesuai arahan Presiden," kata Jenderal Sigit di Istana Negara, Jumat (14/10).

Dia mengatakan polisi bukan sekadar profesi, tapi juga jalan untuk mengabdi dan mengembalikan kepercayaan publik kepada Polri. Dia mengatakan Polri akan menjalankan arahan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Kami siap menerima petunjuk dan arahan dari Bapak Presiden RI. Dan akan kami tindak lanjuti sebagai pedoman dalam melaksanakan tugas ke depan," tuturnya.

(aud/aud)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT